Sudah pernah aku menulis tentang MOS, Kalo dulu aku menceritakan MOS yang dialami anaknya si mbak yang bantu di rumah, sekarang MOS yang dialami anakku gak berasa sudak tiga tahun berselang. Tetapi... ruhnya tetapjuga sama, karena MOS tetap yang ditonjolkan adalah atribut-atribut aneh yang digunakan para pesertanya.
Berikut adalah cerita tentang MOS yang lama......
Tahun ajaran baru kemarin, aku dengar dari si ibu yang membantu dirumah
bercerita tentang sibuknya dia. Rupanya anaknya yang baru masuk SMA
sedang mengikuti MOS ( Masa orientasi siswa ) disekolahnya, semacam
acara atau kegiatan yang dilakukan oleh sekolah untuk penyambutan siswa
baru.
Hari – hari pertama bersekolah siswa ini lebih sering
diisi dengan kegiatan – kegiatan yang bernuansa perpeloncoan. Karena
atribut yang dikenakan siswa baru ini mulai dari kepala hingga kaki
demikian aneh, atau mungkin memang buat lucu – lucuan dan seru. Dengan
perlengkapan berupa tas yang dibuat sendiri dari karung atau juga dari
kardus minuman. Belum lagi setiap hari ada saja benda –benda yang harus
dibawa yang memang lumayan susah dicari. Alhasil si Ibu juga ikutan
sibuk mencari benda – benda yang akan dibawa si anak besok paginya.
Gimana yach….. kalo nanti Kakak Hafidz masuk SMP. Semoga MOS- nya nanti
bisa lebih baik dari sekarang, dimana siswa baru dikenalkan budaya
belajar disekolah dan juga lebih dapat menggali minat dan bakat siswa
barunya. Jadi lebih dapat membantu siswa beradaptasi di sekolah baru
dan membuat siswa baru semakin mantap menjalani pendidikannya di sekolah
tersebut. Dan sekolah mesti menjamin tidak terjadi kekerasan secara
fisik dan nonfisik selama penyelenggaraan MOS di sekolah masing-masing
.
Showing posts with label Curhat Bunda. Show all posts
Showing posts with label Curhat Bunda. Show all posts
Wednesday, July 25, 2012
Sunday, June 10, 2012
Perjalanan Rindu
Menuju rumahMu, dengan berbekal niat, kita perjuangkan tempat yang ingin kita datangi berdua. Semua menjadi mungkin dan semua menjadi mudah bila Allah menghendaki. Kalimat inilah yang diucapkan suamiku.Aku merindukan tempat itu dari masa mudaku, Bebarapa tahun terakhir ini mimpi sampai disana lebih sering menjadi penghias bunga tidurku.
Semua terasa nyata, semua terasa yang sesungguhnya. Alhamdulillah ya Allah untuk mimpi indah ini. Undang kami ya Allah menjadi tamuMu disana. Karena dengan berbekal niat dan usaha aku yakin, kami bisa lebih cepat dan mudah untuk kesana. Aamiin
Perjalanan Rindu
Bertahun mimpi yang selalu datang
Bila sampai ke tempat yang diingin
Berdua denganmu
Rindu yang terpatri sejak dulu
Tempat bahagia mengalir do'a
Tempat berjuta pinta dipanjatkan
Hanya karena kuasa Allah sampai disana
Hanya karena Allah mengundang kita kesana
Mudahkan kami kesana ya Rabb
Kuatkan kami disana
Semua dengan caraMu
Saturday, May 19, 2012
Kamseupay
Kembali kepada lirik lagu diatas, aku merasa sesuatu yang
gak pantas di bayangkan apalagi diungkapkan. Lirik yang berisi merendahkan
orang lain dan merasa lebih hebat. Bagaimana kalau anak-anak dinegeri ini, dijejali
dengan pemahaman seperti ini. Mengkastakan seseorang karena kelebihan rejeki
yang kita punya. Apapun yang kita punya adalah titipan Allah dan semuanya akan
dipertanggung jawabkan kelak. Sesungguhnya manusia di hadapan Allah adalah sama
yang membedakan hanya ketakwaan.
Bersyukurlah aku, karena lirik tersebut gak pengaruh buat
anakku.
Published with Blogger-droid v2.0.4
Tuesday, May 1, 2012
Pilih Tas Ori atau KW
Kembali marak, pemberitaan
tentang tas palsu alias KW. Berita Metro
TV, Rabu (25/4), siang mengupas tentang ancaman hukuman pidana tujuh tahun bagi
pembeli tas KW. Pembelinya dapat dikenai pasal 481 KUHP karena dianggap sengaja
membeli barang dari hasil kejahatan. Bagi yang memiliki tas KW tersebut lebih
dari dua dapat juga dijerat pasal tersebut karena dianggap sebagai kebiasaan
memanfaatkan barang ilegal. Ancaman hukuman ini berlaku juga untuk produsen tas
KW juga terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda hingga Rp1
miliar berdasarkan Undang-Undang Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)..
Mencari tas merek “ abal-abal”,
bukan sesuatu yang sulit Mari kita lihat di pasar Tanah Abang atau pun Mangga
Dua dengan mudahnya kita temui Tas merek ternama seperti, Hermes, Chanel, dan Louis Vitton.
Dengan kualitas KW1, KW2 bahkan tanpa KW sekalipun, dan dengan harga yang beragam, mulai dari 50 ribu rupiah hingga yang 3 jutaan rupiah.
Dengan kualitas KW1, KW2 bahkan tanpa KW sekalipun, dan dengan harga yang beragam, mulai dari 50 ribu rupiah hingga yang 3 jutaan rupiah.
Sesuatu yang lucu, dinegeri ini
sebagian orang merasa lebih pede kalo menenteng produk-produk bermerek walaupun
dengan sadarnya bahwa yang dipakai adalah tas palsu. Sepertinya memang kembali
pada pribadi masing- masing orang. Kalo aku sih gak pernah mikirin merek, tas
sesuai fungsinya saja, yang jelas harus awet dan jahitanya rapi. Karena lebih
baik pakai tas tanpa merek daripada pakai tas bermerek tapi palsu.
Tuesday, April 17, 2012
Puisi Kakak Hafidz
Pagi tadi, ketika aku menunggu adek Ilal di sekolah.Kakak Hafidz menghampiriku. Hari ini sulungku ujian praktek percakapan bahasa Arab. Rupanya dia telah selesai ujiannya.
Dia meminjam telephone genggamku. Mulai lah dia menulis di Memo yang memang biasa aku gunakan mencatat. Akhirnya jadi juga sebuah puisi buatku....
Dia meminjam telephone genggamku. Mulai lah dia menulis di Memo yang memang biasa aku gunakan mencatat. Akhirnya jadi juga sebuah puisi buatku....
Ibu kau surga bagiku
Ibu kau seperti mentari
Yang mengisi kekosongan dalam hatiku
Kau membuatku tenang dalam kegelisahan
Saat aku sedih kaulah menjadi penghibur bagiku
Kau lah penyejuk jiwa dalam hidupku
Kau menyayangiku tak berbatas waktu
Kau lah api semangat disaat aku rapuh
Kau adalah bunga jiwa bagiku
Kau memberi laut jiwa
Sekarang aku lah yang akan menjagamu hingga akhir hidupmu
(Ibuku adalah permata berharga bagiku)
Makasih ya Kak, puisinya....
Menggambarkan betapa sayangnya anakku padaku
Ibu selalu menyayangi dirimu nak...
Menua Dalam Sayang
Bertambah usia,
ada kebahagiaan dengan nikmat umur yang Allah berikan. Telah lama menghuni bumi ini, perjalanan
telah jauh. Banyak jejak yang dibuat. Banyak peristiwa hidup yang dijalani. Baik
yang menyenangkan maupun tidak.
Dinikmati semua dengan ikhlas.
Ada pembelajaran disana, karena setiap masalah yang Allah limpahkan
gunanya untuk memuliakan kita.
Buatku bertambah usia, tentunya harus lebih pandai
bersyukur dengan semua nikmat yang Allah berikan. Terkadang aku tak cermat menghitung nikmat Mu sehingga tak pandai
menguntai syukur padaMu. Masih panjang
perjuangan ini, menghantarkan anak-anak menjadi pribadi berakhlak baik, insan
yang sholeh dan juga menjadi orang yang berguna bagi orang-oarang yang
disekelilingnya.
Alhamdulillah Allah berikan kepadaku suami yang baik, bertanggung jawab terhadap keluarga. Terima kasih
atas semua sayang yang telah diberikan. InsyaAllah, Allah menggegamkan hatimu terus untukku.
Dan terima kasih buat puisi yang diberikan tepat dimalam ulang tahunku.
“Makasih sayang buat puisinya. InsyaAllah terus menua dalam sayang”
Amiin.
Tuesday, April 3, 2012
Usia 40 Tahun
Bulan April bagi kami sekeluarga adalah bulan bahagia. Ada tiga hari ulang tahun buat kami. Ayah dan kakak Hafidz hanya beda sehari ulang tahunnya. Hari ini, ayah genap berusia 40 tahun. Selamat ulang tahun ayah! Semoga panjang umur sehat selalu. Dimudahkan
dan dimampukan oleh Allah dalam berusaha dan menjaga amanah – amanah
Allah pada ayah. Amien.
Angka 40 tentunya punya arti yang spesial karena Al-Qur’an menyebut sesuatu di dalam ayat-ayat-Nya, tentu ada yang
sangat penting atau perlu diperhatikan terhadap sesuatu tersebut.
Demikian
juga ketika Al-Qur’an memberikan apresiasi tersendiri terhadap tahapan
manusia kala mencapai usia 40 tahun yang disebutkan di dalam ayatnya
secara eksplisit. Allah swt. berfirman,
حَتَّى
إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ
أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى
وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى
ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (Q.S. al-Ahqâf: 15)
Salah satu keistimewaan usia 40 tahun dari sabda Rasulullah saw.,
العَبْدُ
الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى
حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى
الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ
أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ
تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ
سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ
وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ
أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد
Pada usia 40 tahun, Ahmad Syarifuddin dalam bukunya ini adalah:Seorang hamba muslim bila usianya mencapai empat puluh tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai enam puluh tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepada-Nya. Bila usianya mencapai tujuh puluh tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai delapan puluh tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai sembilan puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang belakangan, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai “tawanan Allah” di bumi. (H.R. Ahmad)
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritualisme
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga konsistensi
InsyaAllah di umur ini, ayah terus istiqomah menjalani kehidupan ini. Amien
Saturday, March 31, 2012
Benteng Kuto Besak
Dulu,..... sewaktu masih kuliah aku benar-benar menghindari tempat ini. Yang terbayang adalah suasana tidak aman dan juga aroma yang tak sedap. Tahun 2000-an pemerintah kota mulai menata kawasan ini. Pulang ke Palembang tahun 2006 pertama kali anak-anak diajak kesini mereka langsung jatuh hati, karena mereka baru kali kedua melihat sungai setelah pulang ke kampung ayah.
Sekarang menjadi tempat favorite buatku menikmati malam, duduk di pelataran Benteng Kuto Besak sambil memandang lepas ke Sungai Musi. Bercengkrama bersama anak-anak, dan menjadi tempat menghilangkan jenuh. Ayah yang suka aroma lumpur sungai megingatkan akan sungai di kampungnya.
Aku yang merindu
Pada masa, seperti bayang bulan
Di ujung musi
Yang bergoyang, saat angin itu lewat
Aku yang terharu
Pada lembut harum lumpur sungai
Semilir dibawa angin
Mengingatkan pada masa kanakku
Jauh pandang pada cakrawala
Pada barisan bintang
Mengambang terang
Siratkan mimpi muda yang tak tergapai
Musi,
Rindu keduaku
Setelah bidadari cinta
Yang menarikku pada rindu tak berujung
Palembang, 08 Desember 2011
http://puisipop.wordpress.com
Sekarang menjadi tempat favorite buatku menikmati malam, duduk di pelataran Benteng Kuto Besak sambil memandang lepas ke Sungai Musi. Bercengkrama bersama anak-anak, dan menjadi tempat menghilangkan jenuh. Ayah yang suka aroma lumpur sungai megingatkan akan sungai di kampungnya.
Rindu di tepi Musi
Pada masa, seperti bayang bulan
Di ujung musi
Yang bergoyang, saat angin itu lewat
Aku yang terharu
Pada lembut harum lumpur sungai
Semilir dibawa angin
Mengingatkan pada masa kanakku
Jauh pandang pada cakrawala
Pada barisan bintang
Mengambang terang
Siratkan mimpi muda yang tak tergapai
Musi,
Rindu keduaku
Setelah bidadari cinta
Yang menarikku pada rindu tak berujung
Palembang, 08 Desember 2011
http://puisipop.wordpress.com
Sunday, March 4, 2012
Jalan Malam 2
Menikmati langit malam, penuh keasyikan tersendiri. Hal yang sering kulakukan dulu. Memandang
cakrawala yang luas, membuat aku semakin
kecil dihadapanNya. Bertambah syukurku padanNya.
Malam yang
benar-benar cerah sehingga aku menikmati taburan bintang di langit malam.
Entah kapan lagi bisa menikmati keindahan malam seperti
ini, Alhamdulillah masih bisa kunikmati
bersama suamiku. Jadi inget sama puisi jadul darinya……
Bintang Pagi
Posted by puisipop ⋅ ⋅ Leave a Comment
Filed Under Puisi Populer
Bintang pagi,
Disela fajar, kau ucap “sayang”
Mengapa tidak di ambang petang?
Palembang, April 1994
http://puisipop.wordpress.com
Disela fajar, kau ucap “sayang”
Mengapa tidak di ambang petang?
Palembang, April 1994
http://puisipop.wordpress.com
Jalan Malam
Menikmati malam bersama, selalu dilakukan bila ayah
pulang ke Palembang. Sama seperti
belasan tahun berlalu. Malam kemarin aku
benar-benar menikmati keindahan langit malam yang cerah. Sehingga bintang yang
bertabur di langit begitu mempesona.
Keliling Palembang di waktu malam merupakan keasyikan
tersendiri. Sudah tengah malam malah menjelang pagi,
Puas menikmati malam sambil memandang langit, dan waktunya berburu makanan yang lumayan
berat karena laparnya.
Apalagi kalau bukan Martabak, adalah sejenis martabak asin isinya telor atau
sayur atau daging, disajikan bersama kuah kari kental dan potongan cabe ijo
atau rawit.
Alhamdulillah kenyang banget, "bungkus ya pak"....pesan ayah sama penjualnya. Nanti dinikmati lagi bersama dirumah.
Wednesday, February 8, 2012
14 Tahun Bersamamu
14 Tahun Bersamamu
Bukan waktu yang pendek, untuk menjalani suatu hubungan. 14 tahun yang lalu janji itu dimulai. InsyaAllah semua karena Allah. Begitu banyak yang dilalui beraneka warna dan rasa. Itulah perjalanan hidup kita. Sekarang kita tak usah menengok kebelakang, walaupun jejak itu begitu panjang dan tidak akan bisa dihapus. Banyak, sungguh.banyak kenangan indah kita lalui. Apa yang pahit tentu menjadi pelajaran dan menguatkan satu sama lain.
Ada kewajiban yang harus ditunaikan sampai nanti, membesarkan buah hati, yang merupakan asset kita di dunia dan di akhirat. Tentu menjadi keberkahan dan .kebanggaan buat kita mempunyai anak yang sholeh, berakhlak mulia dan berguna buat semua orang. Amien. Ini puisi mu buat keinginan kita yang masih kita usahakan. InsyaAllah semua cepat terwujud.
Pergi ke tempat jauh
Tempat yang selalu ingin kusinggahi,
Bersamamu
Tiba kita pada tujuan
Tempat terkabulnya banyak harapan
Tempat ingin disertai tangis
Tempat merapuh dalam bahagia
Ingin terkabul walau sesaat
Walau itu cuma di mimpi
Jangan bangunkan walau sesaat
Biarku lelap dengan mimpiku
Jakarta 26 November 2011
http://puisipop.wordpress.com
Bukan waktu yang pendek, untuk menjalani suatu hubungan. 14 tahun yang lalu janji itu dimulai. InsyaAllah semua karena Allah. Begitu banyak yang dilalui beraneka warna dan rasa. Itulah perjalanan hidup kita. Sekarang kita tak usah menengok kebelakang, walaupun jejak itu begitu panjang dan tidak akan bisa dihapus. Banyak, sungguh.banyak kenangan indah kita lalui. Apa yang pahit tentu menjadi pelajaran dan menguatkan satu sama lain.
Ada kewajiban yang harus ditunaikan sampai nanti, membesarkan buah hati, yang merupakan asset kita di dunia dan di akhirat. Tentu menjadi keberkahan dan .kebanggaan buat kita mempunyai anak yang sholeh, berakhlak mulia dan berguna buat semua orang. Amien. Ini puisi mu buat keinginan kita yang masih kita usahakan. InsyaAllah semua cepat terwujud.
Aku Bermimpi
Aku bermimpiPergi ke tempat jauh
Tempat yang selalu ingin kusinggahi,
Bersamamu
Tiba kita pada tujuan
Tempat terkabulnya banyak harapan
Tempat ingin disertai tangis
Tempat merapuh dalam bahagia
Ingin terkabul walau sesaat
Walau itu cuma di mimpi
Jangan bangunkan walau sesaat
Biarku lelap dengan mimpiku
Jakarta 26 November 2011
http://puisipop.wordpress.com
Friday, February 5, 2010
Musimnya Sakit
Pulang sekolah Adek Ilal gak seperti biasa, karena biasa anaknya lincah gak bisa diem tapi hari itu adek maunya hanya berbaring di tempat tidur. Aku sudah menduga mungkin adek sakit.Rupanya benar mulanya hanya demam biasa panas badan yang tidak begitu tinggi tetapi selalu naik turun. Kemudian besoknya adek diajak berobat ke dokter sama Ayah.
Entahlah apa gak cocok obatnya atau harus ke dokter anak langganan karena Adek Ilal belum sembuh juga setelah beberapa hari, yang ada mulutnya udah banyak sariwan dan juga matanya bengkak. Kemudian kami hentikan obatnya takut adek Ilal ada alergi dari salah satu jenis obat yang dokter berikan.
Akhirnya Adek di bawa ke dokter langganan entahlah dokter bilang mungkin memang Ilal alergi dengan salah satu jenis obat, mungkin juga kena virus. Kasian banget liatin si Adek yang biasanya anaknya doyan makan apa aja enak. sekarang semua gak disentuh selain susu. Praktis adek Ilal satu minggu tidak sekolah. Sekarang adek Ilal sudah sembuh, senang rasanya, tetapi........ tiba giliran Kakak Hafidz kena sakit yang sama dua hari kemudian disusul dengan Adek Aufa. Duh...... Kasian banget liatin anak- anak pada sakit. Cepat sembuh ya.....nak!
Saturday, January 16, 2010
Menjemput Impian
Tiga bulan terakhir ini aku memulai usaha lagi yang dulu sempat aku tinggalkan. Harus terus memupuk semangat dan terus memeliharanya, supaya gak turun sewaktu mulai banyak kendala disana - sini.
Mulanya bisnis ini hanya sambilan jadi tidak begitu difokuskan untuk mengembangkan kearah mana nantinya. Dimulai dari menitipkan pakaian dewasa, anak - anak, baju tidur, seprei, dompet hingga tas ke adikku untuk dijualnya.
Dengan konsumen membayar secara mencicil, terasa capek menunggunya mulai dari gak tepat janji sampai ada juga yang lari. Dimana perputaran uangnya yang lama akhirnya aku dan suamiku putuskan untuk menjualnya secara retail.
Berburu peralatan untuk set up awal usaha kami, dari memesan rak, meja etalase sampai hanger dan manekin. Wah.... kebayang capeknya muter - muter di Pasar Tanah Abang, Gak tega deh liatin Ayah sambil gendong adek Aufa yang selalu tidur setelah sampe disana.
Kalau sudah begini, buatku yah harus sabar, dan terus berusaha dan terus belajar agar usaha kami ini bisa lancar. Ku mulai dengan Bismillah dan niat yang baik untuk dapat berbagi dengan orang - orang yang membantu usaha kami. Dan terus berusaha adil dengan mereka, Amien.
rumah aufa blog
Tuesday, March 31, 2009
Ibu Cemburu, Dek !!!!!!!!!!!!!
Siang itu adek Ilal cerita, seperti biasanya setiap pulang sekolah ada saja celotehnya bercerita tentang apa saja selama adek sekolah. Kali ini tentang seorang teman, Bela namanya.
Aku mulai mengingat – ingat gak ada teman sekelasnya bernama Bela, atau mungkin dia sama – sama satu mobil antar jemput adek Ilal ke sekolah. Oh…….. rupanya Bela ini adalah anak kelas satu juga tetapi lain kelas dengan adek Ilal. Mereka biasanya main ketika istirahat.
“Bela, baik bu!” cerita adek Ilal
“Kenapa? Bela suka kasih adek kue yah?” selidikku
”Gak bu, gak pernah” jawab Ilal
”Ilal sayang aja” lanjutnya
Aku terkejut dan cemburu, Adek Ilal baru 6 th!!!!!! Karena biasanya gak pernah bilang sayang – sayang sama temannya. ”Dek, temenannya gak usah sayang – sayang adek temenan aja, yah? Jelasku.
Entahlah mungkin juga dia gak mengerti antara sayang sama suka berteman sama Bela. Karena pada hari berikutnya, ”Bu, adek temenan aja sama Bela, sayangnya sama ibu aja” celoteh adek ilal siang itu.
Aku mulai mengingat – ingat gak ada teman sekelasnya bernama Bela, atau mungkin dia sama – sama satu mobil antar jemput adek Ilal ke sekolah. Oh…….. rupanya Bela ini adalah anak kelas satu juga tetapi lain kelas dengan adek Ilal. Mereka biasanya main ketika istirahat.
“Bela, baik bu!” cerita adek Ilal
“Kenapa? Bela suka kasih adek kue yah?” selidikku
”Gak bu, gak pernah” jawab Ilal
”Ilal sayang aja” lanjutnya
Aku terkejut dan cemburu, Adek Ilal baru 6 th!!!!!! Karena biasanya gak pernah bilang sayang – sayang sama temannya. ”Dek, temenannya gak usah sayang – sayang adek temenan aja, yah? Jelasku.
Entahlah mungkin juga dia gak mengerti antara sayang sama suka berteman sama Bela. Karena pada hari berikutnya, ”Bu, adek temenan aja sama Bela, sayangnya sama ibu aja” celoteh adek ilal siang itu.
Friday, February 20, 2009
Sebelas Tahun Ayah.............................

Alhamdulillah, sebelas tahun sudah aku jalani bersamamu. Tidak terasa seperti baru kemarin semuanya. Terima kasih atas semua kasih sayang, selalu memotivasi aku untuk lebih baik. Makasih atas kesabarannya karena aku sering membantah, suka maunya sendiri,. Dan terlebih lagi terimakasih dengan tiga malaikat kecil penjaga ibu, ketika ayahnya jauh.
Satu yang pasti setiap berganti tahun, aku bertambah sayang padamu. Aku ingin terus bersamamu sampai maut yang memisahkan kita.
Jalan masih panjang untuk menuntaskan cita-cita kita, mengantarkan anak kita menjadi generasi yang sholeh dan selalu bermanfaat buat orang-orang disekitarnya. Amien!!!!
Masih ada mimpi ayah mempunyai perusahan yang bisa berbagi adil dengan karyawan semua saling menguntungkan, tidak ada pihak yang tertindas. Tempat bernaung banyak keluarga. Dan kita akan selalu berusaha mewujudkannya. Amien!!!!!!
Saturday, February 7, 2009
Pulang Dulu ke Jakarta
Awal tahun yang baru dimulai, aku pulang dulu ke Jakarta. Mulanya aku mau menenangkan pikiran sekaligus penyegaran untuk memulai hari yang baru. Tetapi baru dua hari aku di Jakarta, aku kangen berat dengan kedua anakku yang kutinggal dengan neneknya di Palembang.
Tiap hari mereka kutelepon, untuk memantau keadaan mereka, selalu rutin di jam yang sama. Pagi hari telepon kakak Hafidz, siang hari telepon adek Ilal, karena kakak dan adek jam sekolah berbeda. Kakak masuk siang hari, adek Ilal masuk pagi hari. Terakhir setelah mereka makan malam dan belajar.
Ada positive nya selama mereka kutinggal, kakak menjadi lebih mandiri dan juga bisa disiplin, semuanya dikerjakan tanpa diminta. Begitu cerita nenek dan tantenya. Aku senang mendengar perubahan baik itu pada mereka, tapi bertahankah bila ibunya sudah kembali lagi bersama mereka???????.......................................................
Menunggu hari untuk pulang lagi ke Palembang benar – benar terasa begitu lama. Ya.... seperti lagu ’Mengitung Hari’ nya Melly. Ketika saatnya tiba ada saja hal - hal yang membuat harus lebih sabar, mulai dari jalanan macet menuju bandara sampai dengan pesawat delay ± 2 jam.
Alhamdulillah................ sampai juga di Palembang, rupanya dua malaikat kecilku sudah menunggu dari sore hari. Akhirnya bebas sudah rasa kangenku pada mereka yang kupendam selama ± 3 minggu.
Tiap hari mereka kutelepon, untuk memantau keadaan mereka, selalu rutin di jam yang sama. Pagi hari telepon kakak Hafidz, siang hari telepon adek Ilal, karena kakak dan adek jam sekolah berbeda. Kakak masuk siang hari, adek Ilal masuk pagi hari. Terakhir setelah mereka makan malam dan belajar.
Ada positive nya selama mereka kutinggal, kakak menjadi lebih mandiri dan juga bisa disiplin, semuanya dikerjakan tanpa diminta. Begitu cerita nenek dan tantenya. Aku senang mendengar perubahan baik itu pada mereka, tapi bertahankah bila ibunya sudah kembali lagi bersama mereka???????.......................................................
Menunggu hari untuk pulang lagi ke Palembang benar – benar terasa begitu lama. Ya.... seperti lagu ’Mengitung Hari’ nya Melly. Ketika saatnya tiba ada saja hal - hal yang membuat harus lebih sabar, mulai dari jalanan macet menuju bandara sampai dengan pesawat delay ± 2 jam.
Alhamdulillah................ sampai juga di Palembang, rupanya dua malaikat kecilku sudah menunggu dari sore hari. Akhirnya bebas sudah rasa kangenku pada mereka yang kupendam selama ± 3 minggu.
Thursday, January 29, 2009
Kerja atau Usaha
Sekolahku sudah selesai, aku bingung lagi menentukan langkahku selanjutnya. Mau bagaimana aku ? Kerja atau Usaha? Kalau kerja dimana, mo usaha yach usaha apa, gimana modalnya, gimana jalaninnya selalu bagaimana dan bagaimana. Seperti kata suamiku kalo semua dirasa susah, dirasa berat artinya kita sudah memutuskan itu berat, itu susah dan akhirnya tidak ada hasilnya selain mengeluh. Berbuat dulu itu yang terbaik, untuk hasil akhir nanti kita belajar dari proses yang kita jalani.
Ngomong sich enak!!!! Pelaksanaannya mulai dari mana? Itu yang aku tidak tahu. Untuk berbuat tentu harus ada yang menguatkannya, artinya aku harus punya mimpi, apa yach lebih tepatnya yach semacam keinginan atau cita-cita. Untuk mendapatkannya pun ada dua kemungkinan tercapai atau tidak pernah tercapai. Apalagi kalau sedang merasa down, malah tambah bingung pinginnya sich ada yang dikerjakan tapi apa?
Sepertinya aku memang harus terus bersyukur masih ada suami yang selalu menyemangati aku, artinya aku harus memilih fokusnya dulu agar aku dapat memulai sehingga apa yang apa yang kuinginkan dapat terwujud. Amien.
Aku sudah memilih untuk membuka usaha, bagaimana kedepannya kujalani saja, tidak usah berandai-andai. Aku harus BISA!!!!!
Aku sadar betul pada diriku sebuah masalah yang terbesar hidupku adalah aku tidak mau memulai. Sebenarnya kalau rencana sich banyak......... kepinginan juga banyak, kepingin ini, terus kepingin itu tetapi semuanya disusun rapi saja di otak. Dimana implementasinya gak keliatan. Progress nya gak ada kemajuan alias jalan ditempat
Kemudian suamiku menyarankan kepadaku apa yang kupikirkan terus bagaimana pelakasanaannya? Dimulai dari mana? Aku harus mencatatnya karena ada keterbatasan otak untuk mengingat semua itu. Kalau tidak semuanya akan terus tertimbun dan terkubur oleh kegiatanku sehari-hari yang berupa rutinitas. Mengapa ini terjadi..........??????? Tak lain penyebab semuanya adalah aku TIDAK MAU MEMULAI dan juga RASA MALAS. Karena menikmati apa yang kujalani selama ini, seperti pada tulisanku sebelumnya.
Ngomong sich enak!!!! Pelaksanaannya mulai dari mana? Itu yang aku tidak tahu. Untuk berbuat tentu harus ada yang menguatkannya, artinya aku harus punya mimpi, apa yach lebih tepatnya yach semacam keinginan atau cita-cita. Untuk mendapatkannya pun ada dua kemungkinan tercapai atau tidak pernah tercapai. Apalagi kalau sedang merasa down, malah tambah bingung pinginnya sich ada yang dikerjakan tapi apa?
Sepertinya aku memang harus terus bersyukur masih ada suami yang selalu menyemangati aku, artinya aku harus memilih fokusnya dulu agar aku dapat memulai sehingga apa yang apa yang kuinginkan dapat terwujud. Amien.
Aku sudah memilih untuk membuka usaha, bagaimana kedepannya kujalani saja, tidak usah berandai-andai. Aku harus BISA!!!!!
Aku sadar betul pada diriku sebuah masalah yang terbesar hidupku adalah aku tidak mau memulai. Sebenarnya kalau rencana sich banyak......... kepinginan juga banyak, kepingin ini, terus kepingin itu tetapi semuanya disusun rapi saja di otak. Dimana implementasinya gak keliatan. Progress nya gak ada kemajuan alias jalan ditempat
Kemudian suamiku menyarankan kepadaku apa yang kupikirkan terus bagaimana pelakasanaannya? Dimulai dari mana? Aku harus mencatatnya karena ada keterbatasan otak untuk mengingat semua itu. Kalau tidak semuanya akan terus tertimbun dan terkubur oleh kegiatanku sehari-hari yang berupa rutinitas. Mengapa ini terjadi..........??????? Tak lain penyebab semuanya adalah aku TIDAK MAU MEMULAI dan juga RASA MALAS. Karena menikmati apa yang kujalani selama ini, seperti pada tulisanku sebelumnya.
Titik Balik
Dua tahun lalu, setelah hampir 10 tahun aku tidak beraktifitas diluar rumah. Aku mulai dengan sekolah lagi. Inipun karena dorongan suami. Kami harus punya rencana A, B, C, dan seterusnya untuk kehidupan kami dan anak-anak kedepan. Mulailah babak baru dalam kehidupan kami, khususnya terasa buatku dari fase hidup yang nyaman menjadi fase tidak nyaman. Banyak hal yang harus kuselesaikan sendiri, karena beda kota dari suami.
Kilas balik kebelakang, aku sadar begitu banyak aku tertinggal dari orang-orang disekelilingku, menjadi Ibu Rumah Tangga yang benar-benar dirumah tanpa mengerjakan apa-apa dan berbuat sesuatu. Ada yang kurang lengkap dalam hidup, menyesal???? Aku tidak pernah menyesal dengan pilihanku. Aku dapat terus berdekatan dengan anakku. Tapi sampai kapan………..? Setelah mereka besar apa yang dapat kukerjakan? Begitulah nasehat suamiku. Kalau semuanya baru kumulai ketika datang waktu itu, tentu sangat sulit untukku, untuk tidak mau dikatakan terlambat.
Suamiku, adalah motivator dan insiparator untukku. Banyak ide-ide segar yang ditularkan padaku, tidak memaksa tapi dapat mengarahkanku untuk terus berusaha lebih baik.
Sekedar sharing, mungkin apa yang kulalui selama 10 tahun kebelakang banyak juga ibu-ibu yang mengalaminya. Semoga tidak selama yang kulalui. Inilah fase nyaman menurut versiku sebagaimana kualami :
Suami, yaitu seorang yang selalu ada disamping kita dalam kondisi dan situasi apapun. Negatifnya untukku aku jadi tidak mandiri dalam artian semuanya suami.
Anak, punya anak-anak yang lucu, pintar dan menyenangkan, aku merasa harus selalu didekat mereka, inikah sayang??? Seharusnya aku lebih memikirkan akan kubawa kemana anakku nanti? Bila suamiku sakit dan tidak dapat maksimal berusaha seperti sekarang? (Aku tidak berharap demikian!!!). Negatifnya anakku tidak mandiri, semua minta dilayani dan cenderung manja.
Ekonomi, dengan kehidupan kami yang terus bergerak lebih baik dan lebih baik tentu akupun tambah terlena.
Rutinitas Rumah Tangga, pekerjaan rumah tangga yang banyak menyita waktu, rasanya tidak ada sisa waktu untuk dapat aku berbuat bergerak maju. Walaupun ada yang membantu menyelesaikannya.
Untuk semua itu suamiku memberi gambaran kepadaku, bagaimana seandainya bila fase tidak nyaman itu datang?..................................Kilas balik kebelakang, aku sadar begitu banyak aku tertinggal dari orang-orang disekelilingku, menjadi Ibu Rumah Tangga yang benar-benar dirumah tanpa mengerjakan apa-apa dan berbuat sesuatu. Ada yang kurang lengkap dalam hidup, menyesal???? Aku tidak pernah menyesal dengan pilihanku. Aku dapat terus berdekatan dengan anakku. Tapi sampai kapan………..? Setelah mereka besar apa yang dapat kukerjakan? Begitulah nasehat suamiku. Kalau semuanya baru kumulai ketika datang waktu itu, tentu sangat sulit untukku, untuk tidak mau dikatakan terlambat.
Suamiku, adalah motivator dan insiparator untukku. Banyak ide-ide segar yang ditularkan padaku, tidak memaksa tapi dapat mengarahkanku untuk terus berusaha lebih baik.
Sekedar sharing, mungkin apa yang kulalui selama 10 tahun kebelakang banyak juga ibu-ibu yang mengalaminya. Semoga tidak selama yang kulalui. Inilah fase nyaman menurut versiku sebagaimana kualami :
Suami, yaitu seorang yang selalu ada disamping kita dalam kondisi dan situasi apapun. Negatifnya untukku aku jadi tidak mandiri dalam artian semuanya suami.
Anak, punya anak-anak yang lucu, pintar dan menyenangkan, aku merasa harus selalu didekat mereka, inikah sayang??? Seharusnya aku lebih memikirkan akan kubawa kemana anakku nanti? Bila suamiku sakit dan tidak dapat maksimal berusaha seperti sekarang? (Aku tidak berharap demikian!!!). Negatifnya anakku tidak mandiri, semua minta dilayani dan cenderung manja.
Ekonomi, dengan kehidupan kami yang terus bergerak lebih baik dan lebih baik tentu akupun tambah terlena.
Rutinitas Rumah Tangga, pekerjaan rumah tangga yang banyak menyita waktu, rasanya tidak ada sisa waktu untuk dapat aku berbuat bergerak maju. Walaupun ada yang membantu menyelesaikannya.
Aku harus mau berubah kearah lebih baik, bisa produktif artinya aku harus MULAI sekarang.!!!!!!!
Kulakukan bukan untuk menyongsong fase tidak nyaman tetapi kuniatkan aku harus berguna minimal bagi orang-orang disekelilingku
Kulakukan bukan untuk menyongsong fase tidak nyaman tetapi kuniatkan aku harus berguna minimal bagi orang-orang disekelilingku
Subscribe to:
Posts (Atom)



