Menggapai bayangmu
Sejak pertama bertemu
Selengkung senyum membasuh lelahku
Berpuluh tahun aku putuskan
Menaklukan hati
Untuk menjadi cerita
Dengan percik gelora
Sungguh tetap kugenggam bayanganmu
Dari awal dan terakhir bertemu
Kau tetap lebih indah
Dari langit senja
Abadi dalam panggung kenanganku
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Sunday, August 30, 2015
Hijrah Cinta
Telah kularung sedihku
Disetiap jengkal sajadahku
Mengharap kasih pada Sang Maha Kasih
Telah kucairkan kecewaku
Disetiap tetes air mataku
Mengharap ikhlas pada Sang Maha Daya
Telah kuretas marahku
Ditiap kata-kata indah buatMu
Mengharap sabar pada Sang Maha Bijak
Telah kuberikan segenap hatiku
Disetiap alunan nafasku
Mengharap cinta dari Sang Maha Cinta
Telah kulepaskan cinta fanaku
Berhijrah menuju cinta hakiki
Untuk mengejar cintaMu
Cinta yang kujaga terus ada dan merekah Hanya untukmu Sang Maha Cinta
Catatan hati… “cinta yang tidak pernah membuat luka dan kecewa, cinta yang tidak memberi pedih perih, hanya cinta dari Sang Maha Cinta”
Disetiap jengkal sajadahku
Mengharap kasih pada Sang Maha Kasih
Telah kucairkan kecewaku
Disetiap tetes air mataku
Mengharap ikhlas pada Sang Maha Daya
Telah kuretas marahku
Ditiap kata-kata indah buatMu
Mengharap sabar pada Sang Maha Bijak
Telah kuberikan segenap hatiku
Disetiap alunan nafasku
Mengharap cinta dari Sang Maha Cinta
Telah kulepaskan cinta fanaku
Berhijrah menuju cinta hakiki
Untuk mengejar cintaMu
Cinta yang kujaga terus ada dan merekah Hanya untukmu Sang Maha Cinta
Catatan hati… “cinta yang tidak pernah membuat luka dan kecewa, cinta yang tidak memberi pedih perih, hanya cinta dari Sang Maha Cinta”
Friday, March 8, 2013
Terkepal

Nasib bukan awan yang di buai angin
Menuruti harkat pada nafsu
Menjual marwah untuk derajat
Menindas hati untuk jadi budak
Nasib itu hak kekal
Dari tuhan untuk umatnya
Yang berlayar sesuai arah hati
Melaut di dunia yang menua
Terkikis kuasa jika menyerah
Terbuang asa jika mengalah
Jangan menyerah pada pongah kekuasan
Merebah, menyerah hanya padaNya
Jakarta 17 Januari 2013
http://puisipop.wordpress.com/2013/01/17/terkepal/
Monday, January 21, 2013
Bunga Rampai

Kau indah
Seperti emas
Di asalmu
Kau lemah
Kau lembut
Bila kusentuh
Kau rampai terakhir
Yang hidup manis
Di naungan senja
Jakarta, 4 Des 1997
http://fiksi.kompasiana.com/puisi/2013/01/16/bunga-rampai-515686.html
Thursday, January 17, 2013
Do'a ku Rindu

Angin dingin meniup waktu
Pada rintik gerimis tak jadi
Saat hening diam membatu
Aku biru bersama rindu
Jauh rasa disimpan hati
Terkikis ingin yang terus tak jadi
Mungkin hakku tanpa izin Mu
Atau belum waktu untuk menjadi
Pulanglah hati pada harummu
Pulanglah badan pada rangkuhmu
Pulanglah cinta pada asalku
Pulangkan aku pada dirimu
Jakarta 6 Desember 2012
Tuesday, October 16, 2012
Ode II

Bunga hati,
Tiap kali hujan berderu datang
Bagai genderang,
Rima rindu, yang diingatkan
Riuh rentak tarian angin
Meniup tetes demi tetes
Kena aku dinginnya
Buatku terdiam ingat kamu
Kian gigil hati ini
Biar kukibas, terus mendingin
Buatku kelu untuk berpikir
Tersisa rindu terbungkus beku
Jakarta harusnya panas
Mengapa trus menjadi dingin
Aku galau atau ku gila
Oleh rindu sepanjang hari
Jakarta 25 Mei 2011
http://puisipop.wordpress.com
Sunday, October 14, 2012
Ode III
Ode III
Dengan gelepar ingin yang tertahan
Seperti angin meniup hujan
Meliuk liar dan tersengal
Peluk Aku sekarang
Usir dingin kita dengan api cinta
Birahi ingin yang tertunda
Oleh jarak dan waktu yang ada
Siram aku sekarang
Dengan cintamu yang tertahan
Sampai kita tersedak
Dengan gelegak didihnya cinta
Puasi aku sekarang
Dengan hatimu yang kupegang
Takkan kulepas itu dari apapun
Sampai napas kita hilang
Jakarta 25 Mei 2011
http://puisipop.wordpress.com
Sunday, June 10, 2012
Perjalanan Rindu
Menuju rumahMu, dengan berbekal niat, kita perjuangkan tempat yang ingin kita datangi berdua. Semua menjadi mungkin dan semua menjadi mudah bila Allah menghendaki. Kalimat inilah yang diucapkan suamiku.Aku merindukan tempat itu dari masa mudaku, Bebarapa tahun terakhir ini mimpi sampai disana lebih sering menjadi penghias bunga tidurku.
Semua terasa nyata, semua terasa yang sesungguhnya. Alhamdulillah ya Allah untuk mimpi indah ini. Undang kami ya Allah menjadi tamuMu disana. Karena dengan berbekal niat dan usaha aku yakin, kami bisa lebih cepat dan mudah untuk kesana. Aamiin
Perjalanan Rindu
Bertahun mimpi yang selalu datang
Bila sampai ke tempat yang diingin
Berdua denganmu
Rindu yang terpatri sejak dulu
Tempat bahagia mengalir do'a
Tempat berjuta pinta dipanjatkan
Hanya karena kuasa Allah sampai disana
Hanya karena Allah mengundang kita kesana
Mudahkan kami kesana ya Rabb
Kuatkan kami disana
Semua dengan caraMu
Sunday, June 3, 2012
Lover in Heaven
I wrote this loveThe love of prayer in marriage
I separate sadness of love
I picked together for love
My love for you in the world
I want your love in heaven
Jakarta, 29 Mei 2012
http://puisipop.wordpress.com
Tuesday, April 17, 2012
Dendang Usia Untukmu
Malam ini,
Kuringkas harap dalam kata
Pada buai masa yang tergapai
Tertulis pada jejak
Malam ini,
Kuhapus sisa kesal
Kupukau hati dengan harap
Kudendang harap dengan suka
Malam ini,
Kutahu kamu bertambah cantik
Bersama mimpi mimpimu
Dalam dendang masa yang menua
Selamat menua dengan cinta, dari ayah
Jakarta, 15 April 2012
Kuringkas harap dalam kata
Pada buai masa yang tergapai
Tertulis pada jejak
Malam ini,
Kuhapus sisa kesal
Kupukau hati dengan harap
Kudendang harap dengan suka
Malam ini,
Kutahu kamu bertambah cantik
Bersama mimpi mimpimu
Dalam dendang masa yang menua
Selamat menua dengan cinta, dari ayah
Jakarta, 15 April 2012
Sunday, March 4, 2012
Jalan Malam 2
Menikmati langit malam, penuh keasyikan tersendiri. Hal yang sering kulakukan dulu. Memandang
cakrawala yang luas, membuat aku semakin
kecil dihadapanNya. Bertambah syukurku padanNya.
Malam yang
benar-benar cerah sehingga aku menikmati taburan bintang di langit malam.
Entah kapan lagi bisa menikmati keindahan malam seperti
ini, Alhamdulillah masih bisa kunikmati
bersama suamiku. Jadi inget sama puisi jadul darinya……
Bintang Pagi
Posted by puisipop ⋅ ⋅ Leave a Comment
Filed Under Puisi Populer
Bintang pagi,
Disela fajar, kau ucap “sayang”
Mengapa tidak di ambang petang?
Palembang, April 1994
http://puisipop.wordpress.com
Disela fajar, kau ucap “sayang”
Mengapa tidak di ambang petang?
Palembang, April 1994
http://puisipop.wordpress.com
Friday, February 17, 2012
Ayah Kangen, Dek.....
Bungsu ayah, Adek aufa begitu dekat sama ayah. Bila ayah jauh selalu ditanyakan "Ayah pulang.....?" begitu tanyanya padaku. Dengan usia hampir lima tahun,celotehannya segar membuat semua tertawa. Egois karena memang paling kecil,dimana kakak-kakaknya mengalah dengannya.
Apalagi ayah begitu senang menggodanya, Adek diajak bercanda sampai Aufa menangis. Bila sudah menangis dibujuk lagi akhirnya adek tertawa lagi. Dan itu berlangsung lama, sampai anaknya benar-benar menangis. Tetapi adek bila ayah di rumah nempel terus sama ayah. Apapun maunya sama ayah. Rupanya hal inilah yang membuat ayah suka gak kuat kalo lagi kangen sama anakknya. Dek,...... ini puisi ayah buat Aufa.
Selamat sore naga ku
Kau kian gagah dalam umurmu
Tetap berteriak untuk ingin
Tetap merajuk kala memaksa
Kau naga muda paling tampan
Pada belantara yang terpilih untukmu
Ku ingin mendekapmu sore ini
Ku ingin tangismu, karena aku rindu
Naga mudaku yang kian melembut
Mungkin umurmu yang mendidik
Kau lebih lembut dari kemarin
Yang kian pandai merayu hati kami
Kami sayang padamu
Walau kadang akupun jauh
Tapi rindu pada apimu
Tak usai walau kau kupeluk
Untuk nagaku…Ayah rindu
Jakarta 11 Februari 2012
http://puisipop.wordpress.com
Apalagi ayah begitu senang menggodanya, Adek diajak bercanda sampai Aufa menangis. Bila sudah menangis dibujuk lagi akhirnya adek tertawa lagi. Dan itu berlangsung lama, sampai anaknya benar-benar menangis. Tetapi adek bila ayah di rumah nempel terus sama ayah. Apapun maunya sama ayah. Rupanya hal inilah yang membuat ayah suka gak kuat kalo lagi kangen sama anakknya. Dek,...... ini puisi ayah buat Aufa.
Untuk naga mudaku
Selamat sore naga ku
Kau kian gagah dalam umurmu
Tetap berteriak untuk ingin
Tetap merajuk kala memaksa
Kau naga muda paling tampan
Pada belantara yang terpilih untukmu
Ku ingin mendekapmu sore ini
Ku ingin tangismu, karena aku rindu
Naga mudaku yang kian melembut
Mungkin umurmu yang mendidik
Kau lebih lembut dari kemarin
Yang kian pandai merayu hati kami
Kami sayang padamu
Walau kadang akupun jauh
Tapi rindu pada apimu
Tak usai walau kau kupeluk
Untuk nagaku…Ayah rindu
Jakarta 11 Februari 2012
http://puisipop.wordpress.com
Thursday, February 9, 2012
Duniaku Padamu
Duniaku padamu
Diapit jurang pada titian
Yang menjadi jalan
Menuju arah terpilih
Dari harap ke tuhan
Mimpi kita
Kadang congkak, membius asa
Pun indah dari awalnya
Seperti harapmu saat menerimaku
Membungkus mimpi jadi bekal kita
Sayang dan Marah
bagai dandang menanak dewasa
Yang terhidang pada nampan dunia
Dan terus kita buat hingga menua
Bersama cinta yang luruh bersamanya
Aku mimpimu
Kau api yang membakar hasrat dunia
Kau berkah tuhan pada dunia ku
Pada masa yang terus menua
Dan aku akan tetap muda untukmu..
Jakarta 9 Februari 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)
