Dongeng cinta, tentang bintang baru yang muncul penanda satu cinta lahir di bumi. Rasa cinta tentang rasa binar, bergelora dan menggelegak saat muda. Perlahan bisa pudar dengan berputarnya garis waktu. Perlahan bisa pupus karena usia. Hanya memberi perih dan luka
Ada yang masih punya tentang binarnya cinta saat senja. Cinta menjelma menjadi sayang yang ikhlas saat menua berakhir di kefanaan dunia bahkan terus berlanjut di keabadian.
Ah…. Dongeng cinta, tak semua kita punya.
Showing posts with label Tulisan Bunda. Show all posts
Showing posts with label Tulisan Bunda. Show all posts
Sunday, August 30, 2015
Wednesday, August 8, 2012
Poligami Antara Pilihan dan Takdir
Topik poligami bukanlah suatu topik yang menyenangkan untuk
dibicarakan buat wanita, kalau tidak ingin dibilang menyeramkan.
Disini, aku tidak ingin mengharamkan sesuatu yang dibolehkan Allah
buat kaum lelaki. Membolehkan bukan berarti menganjurkan dan juga bukan
berarti mewajibkan. Tetapi aku ingin menyoroti dari sisi kewanitaanku.
Sampai sekarang aku belum mendapatkan hadist yang menerangkan bahwa keikhlasan wanita di pologami balasannya adalah surga. Rumah tangga buatku adalah perwujudan dari kasih sayang yang berisi hak dan kewajiban dan dijalankan dengan tanggung jawab. Yang semuanya diperhitungkan di hadapan Allah.
Bersedia menjalani poligami pasti ada alasan begitu juga memilih untuk tidak di poligami pasti dengan pertimbangannya. Tetapi sebagian besar wanita tidak akan ikhlas bila berbagi suami, entahlah kalau pasangan adalah separuh jiwa dikondisi itu masihkah dirasakan separuh jiwa?
Mungkin jadi pertimbangan buat lelaki kalimat dibawah ini,( dari twitt seorang teman…)
Jika sholat belum terjaga
Amarah masih sulit reda
Sabar masih cita-cita
Poligami belum pantas masuk agenda
Aku menghargai dan memuji wanita yang bisa menjalani kehidupan dipoligami, tetapi buatku sampai saat ini aku tidak memilih jalan ini. Kalau sendiri lebih nyaman mengapa harus berbagi? Yang kuingin hanya sakinah bersamamu.
Sampai sekarang aku belum mendapatkan hadist yang menerangkan bahwa keikhlasan wanita di pologami balasannya adalah surga. Rumah tangga buatku adalah perwujudan dari kasih sayang yang berisi hak dan kewajiban dan dijalankan dengan tanggung jawab. Yang semuanya diperhitungkan di hadapan Allah.
Bersedia menjalani poligami pasti ada alasan begitu juga memilih untuk tidak di poligami pasti dengan pertimbangannya. Tetapi sebagian besar wanita tidak akan ikhlas bila berbagi suami, entahlah kalau pasangan adalah separuh jiwa dikondisi itu masihkah dirasakan separuh jiwa?
Mungkin jadi pertimbangan buat lelaki kalimat dibawah ini,( dari twitt seorang teman…)
Jika sholat belum terjaga
Amarah masih sulit reda
Sabar masih cita-cita
Poligami belum pantas masuk agenda
Aku menghargai dan memuji wanita yang bisa menjalani kehidupan dipoligami, tetapi buatku sampai saat ini aku tidak memilih jalan ini. Kalau sendiri lebih nyaman mengapa harus berbagi? Yang kuingin hanya sakinah bersamamu.
Tuesday, June 19, 2012
Kerudung
Kerudung adalah bentuk penutup kepala wanita baik itu yang panjang menutup
kepala dada dan badan wanita atau yang hanya rambut dan leher saja. Begitu banyak alasan bisa diungkap mengapa seseorang memutuskan untuk berkerudung dan begitu banyak alasan pula mengapa seseorang memilih tidak atau belum berkerudung. Bila kerudung hanya berupa kain ringan yang menutupi kepala mengapa kita berat untuk menyempurnakannya.
Bersyukur kepada Allah SWT, hidayah datang disaat aku masih muda. Hidayah menghampiri kita memang tidak datang begitu saja, karena memang harus diikhtiarkan. Mempunyai sahabat-sahabat yang baik. Yang selalu mengajak kepada arah kebaikan. Dari mereka aku belajar ikhlas mematuhi kewajiban sebagai muslimah. Khusus buat kalian : Evi, Icha. Weny dan Nurul. Terima kasih buat persahabatannya. Yang saat ini begitu sulit buat bertemu karena kesibukan kita dan juga sudah terpisah jarak. Dan buat pelopor yang pada masaku dan masa sebelum aku berkerudung, InsyaAllah yang kalian usahakan menjadi ladang amal bagian kalian dan membawa kebaikan bagi kita semua. Dimana saat itu begitu sulitnya muslimah menggunakan pakaian takwa.
Kendala bukan saja dibirokrasi maupun regulasi tetapi juga pada ketersediaan pakaian itu sendiri, serta dari aspek sosial dimana banyak orang melihat orang berkerudung sebagai orang yang aneh, fanatik dan lainnya. Dari segi birokrasi dan regulasi dulu di kampusku ada kebijaksanaan bila kita menggunakan foto ijazah dengan menggunakan kerudung maka kita harus membuat pernyataan bahwa bila dikemudian hari ada permasalahan karena foto tersebut maka kita siap menanggung akibatnya. Dan untuk ketersediaan pakaian pada masa itu tak banyak di pasaran bahkan bisa dikatakan sangat sulit dicari. Maka hampir semua muslimah yang berkerudung harus membuat sendiri dengan menjahit di penjahit langganan atau memang menjahitnya sendiri.
Sekarang, bukan sesuatu yang aneh bila kita melihat mulai banyak dan bertambah banyak muslimah yang menggunakan kerudung. Alhamdulillah, belasan tahun berlalu aku melihat teman kuliahku maupun teman SMA ku, banyak yang telah menggunakan kerudung.
Wednesday, June 13, 2012
Menulis.......
Entah sudah berapa lama aku menulis karena kebiasaanku yang satu ini telah kumulai sejak aku kecil. Tulisan pertamaku adalah ketika aku kelas 3 SD. Dimulai dari catatan harian, yang terus berlanjut hingga aku kuliah. Ada banyak buku diary yang kuhabiskan, yang isinya menceritakan tentang diriku sendiri dan juga peristiwa yang kualami sehari-hari.Menulis buatku adalah untuk mengungkapkan apa yang aku rasakan, yang aku tuangkan dalam bentuk tulisan.Semua mengalir tanpa ada pesan-pesan sponsor didalamya. Aku ingin bertutur dengan jujur tanpa mengurangi dan melebihkan sebuah informasi dari faktanya.
Monday, June 11, 2012
UAS Adek Ilal
Selesai tugas yang satu, memulai lagi tugas baru yang lain. Kalau di bulan lalu mempersiapkan buat belajar Kakak Hafidz untuk UAN nya, Sekarang giliran adek Ilal yang mendapat perhatian khusus. Kakak Hafidz yang menunggu hasil kelulusan sekarang boleh sedikit lebih lega. Memang masih harus mempersiapka ujian test masuk SMP nya. Pagi ini dan hampir selama satu minggu kedepan, aku akan mengawasi Ilalku yang sedang mengikuti ujian. Persiapan untuk Ujian ini sudah dilaksanakan, tetapi semua bergantung sama adek Ilal. Karena kalo lagi bad mood adek suka mogok nulis. Karena dia lebih suka yang verbal dari pada harus menulis. Alhamdulillah sekarang sudah mau menulis.
Insya Allah adek bisa mengikuti ujiannya dengan semangat dan dapat menyelesaikannya dengan baik.Aamiin.
Saturday, June 9, 2012
Do'a

Menapaki kehidupan terkadang seperti jalan bebas hambatan, semua mudah, semua sempurna dan kadang mendapat lebih dari yang kita inginkan. Tetapi terkadang langkah kehidupan begitu sulit, banyak cobaan, banyak rintangan. Buatku sendiri semuanya harus dijalani dengan ikhlas.
Karena Allah memberikan semua sesuai dengan kemampuan kita. Jangan ragu dan sedih karena yang mengukur kekuatan kita adalah Allah.Yang parameternya hanya Allah yang tahu. Dimana hasil ukurnya mutlak benar adanya.
Perpisahan Sekolah Kakak Hafidz
Setalah menyelesaikan Ujian Akhir Nasionalnya pada awal bulan Mei , Di sekolah kakak Hafidz hari ini diadakan perpisahan yang merupakan pelepasan murid kelas VI, dimana murid-murid, guru-guru dan orang tua murid berpartisipasi dalam acara ini.Walaupun diguyur hujan anak-anak tetap bersemangat dalam mengikuti acara pelepasan ini, dimulai dengan acara ceremonial yang berupa sambutan-sambutan dari pihak sekolah dan juga wali murid. Kemudian dilanjutkan dengan acara seni yang berupa tari dan nyanyi ditutup dengan foto bersama.
Sepertinya, dari aku sekolah sampe anakku ini tetep deh lagu wajibnya acara perpisahan sekolah seperti bait berikut :
Kini tiba saatnya kita kan perpisahan
Marilah kita mohon pada Yang Maha Esa
Semoga persaudaraan kita di eratkan
Sejiwa janji kita untuk selama-lamanya
.......
........
Kesan anak-anak beragam dari raut wajahnya, mulai dari yang gembira karena mereka akan memasuki sekolah dengan jenjang lebih tinggi dan ada juga yang sedih karena berpisah dengan teman-teman dan guru mereka.
Buat para guru anakku, Terima kasih atas kesabarannya dalam mendidik anakku Insya Allah, Allah yang membalas jasa kalian.Aamiin..
Monday, June 4, 2012
Update Status : Galaw.....???????
Mempunyai putra yang beranjak remaja, membuat aku harus lebih memperhatikan dengan siapa dia berteman.
Memang tidak boleh terlalu keras dengan mereka. tetapi tidak juga memberikan keleluasaan yang penuh. Harus ada tarik ulur, dan semua bisa dikomunikasikan dan dikompromikan.
Kakak Hafidz yang mulai senang ber fb-an, buatku, merupakan caranya belajar bersosialisasi dengan teman-temanya. Mengomentari status seseorang atau teman dengan bijak dan juga "nyambung".
Sebenarnya pentingkah facebook buat anak seusianya? buatku bukan masalah penting atau tidak penting, melainkan pengawasan. Karena kalau sudah chatting sama teman-temannya agak sulit untuk menghentikannya. Pengawasan yang dilakukan bisa dengan cara :
● Kita mengetahui dengan siapa anak kita berteman
Memang tidak boleh terlalu keras dengan mereka. tetapi tidak juga memberikan keleluasaan yang penuh. Harus ada tarik ulur, dan semua bisa dikomunikasikan dan dikompromikan.
Kakak Hafidz yang mulai senang ber fb-an, buatku, merupakan caranya belajar bersosialisasi dengan teman-temanya. Mengomentari status seseorang atau teman dengan bijak dan juga "nyambung".
Sebenarnya pentingkah facebook buat anak seusianya? buatku bukan masalah penting atau tidak penting, melainkan pengawasan. Karena kalau sudah chatting sama teman-temannya agak sulit untuk menghentikannya. Pengawasan yang dilakukan bisa dengan cara :
● Kita mengetahui dengan siapa anak kita berteman
● Anak kita hanya menerima pertemanan yang dia kenal (selektif menerima pertemanan)
● Tidak berbagi yang bersifat pribadi di runag publik ( update status berisi curahan hati )
● Sesekali membuka facebook anak kita, membaca postingan dan wall dari beberapa temannya, beberapa temannya yang mengikuti suatu komunitas yang tidak sesuai dengan usia mereka)
● Tidak mengupload foto dalam ukuran besar, sebagai salah satu cara meminimalisir penyalahgunaan dari orang yang tidak bertanggung jawab
● Pengawasan ini seharusnya hanya bersifat preventif , kita harus percaya anak kita bisa memilih teman yang mengajak kearah kebaikan.
Subscribe to:
Posts (Atom)