Sudah pernah aku menulis tentang MOS, Kalo dulu aku menceritakan MOS yang dialami anaknya si mbak yang bantu di rumah, sekarang MOS yang dialami anakku gak berasa sudak tiga tahun berselang. Tetapi... ruhnya tetapjuga sama, karena MOS tetap yang ditonjolkan adalah atribut-atribut aneh yang digunakan para pesertanya.
Berikut adalah cerita tentang MOS yang lama......
Tahun ajaran baru kemarin, aku dengar dari si ibu yang membantu dirumah
bercerita tentang sibuknya dia. Rupanya anaknya yang baru masuk SMA
sedang mengikuti MOS ( Masa orientasi siswa ) disekolahnya, semacam
acara atau kegiatan yang dilakukan oleh sekolah untuk penyambutan siswa
baru.
Hari – hari pertama bersekolah siswa ini lebih sering
diisi dengan kegiatan – kegiatan yang bernuansa perpeloncoan. Karena
atribut yang dikenakan siswa baru ini mulai dari kepala hingga kaki
demikian aneh, atau mungkin memang buat lucu – lucuan dan seru. Dengan
perlengkapan berupa tas yang dibuat sendiri dari karung atau juga dari
kardus minuman. Belum lagi setiap hari ada saja benda –benda yang harus
dibawa yang memang lumayan susah dicari. Alhasil si Ibu juga ikutan
sibuk mencari benda – benda yang akan dibawa si anak besok paginya.
Gimana yach….. kalo nanti Kakak Hafidz masuk SMP. Semoga MOS- nya nanti
bisa lebih baik dari sekarang, dimana siswa baru dikenalkan budaya
belajar disekolah dan juga lebih dapat menggali minat dan bakat siswa
barunya. Jadi lebih dapat membantu siswa beradaptasi di sekolah baru
dan membuat siswa baru semakin mantap menjalani pendidikannya di sekolah
tersebut. Dan sekolah mesti menjamin tidak terjadi kekerasan secara
fisik dan nonfisik selama penyelenggaraan MOS di sekolah masing-masing
.
Showing posts with label Cerita Kakak Hafidz. Show all posts
Showing posts with label Cerita Kakak Hafidz. Show all posts
Wednesday, July 25, 2012
Saturday, June 9, 2012
Perpisahan Sekolah Kakak Hafidz
Setalah menyelesaikan Ujian Akhir Nasionalnya pada awal bulan Mei , Di sekolah kakak Hafidz hari ini diadakan perpisahan yang merupakan pelepasan murid kelas VI, dimana murid-murid, guru-guru dan orang tua murid berpartisipasi dalam acara ini.Walaupun diguyur hujan anak-anak tetap bersemangat dalam mengikuti acara pelepasan ini, dimulai dengan acara ceremonial yang berupa sambutan-sambutan dari pihak sekolah dan juga wali murid. Kemudian dilanjutkan dengan acara seni yang berupa tari dan nyanyi ditutup dengan foto bersama.
Sepertinya, dari aku sekolah sampe anakku ini tetep deh lagu wajibnya acara perpisahan sekolah seperti bait berikut :
Kini tiba saatnya kita kan perpisahan
Marilah kita mohon pada Yang Maha Esa
Semoga persaudaraan kita di eratkan
Sejiwa janji kita untuk selama-lamanya
.......
........
Kesan anak-anak beragam dari raut wajahnya, mulai dari yang gembira karena mereka akan memasuki sekolah dengan jenjang lebih tinggi dan ada juga yang sedih karena berpisah dengan teman-teman dan guru mereka.
Buat para guru anakku, Terima kasih atas kesabarannya dalam mendidik anakku Insya Allah, Allah yang membalas jasa kalian.Aamiin..
Monday, March 12, 2012
Rabu Penuh Cinta
Hari Rabu adalah hari yang kami pilih berdua, antara aku dan sulungku. Bukannya hari lain kakak tidak boleh meminta perhatian lebih ataupun mengedakukan segala keinginann dan permasalahannya. Aku memberikan hari itu khusus untuknya, aku ingin kakak merasa bahwa dia tetap anak yang menjadi harapan ibunya, Dia memang spesial buatku.
Pada setiap Rabu, kakak boleh cerita apa saja tentang segala permasalahannya. Atau curhat-currhatnya yang lain. Sulungku yang baru beranjak remaja. Dengan emosi yang mudah labil. Minta perlakuan yang lebih dari adik-adiknya. Tapi disaat yang lain kakak bisa lebih bijak untuk umurnya kini.
Sulungku yang ditunggu lama keberadaannya, yang kelak menjadi penjaga dan pelindung bunda. Ini ibu kutipkan puisi dari ayah.
Sungguh, jauh di lubuk hatiku aku sangat menyayangimu nak......
Lahirnya Sang Harimau
Posted by puisipop ⋅ ⋅ Leave a Comment
Filed Under Puisi Populer
Harimau perkasaku
Kan kuceritakan padamu
Tentang cinta dan sayang
Kala kau kami minta
Dari penciptamu
Doa bundamu ke padaNya
Agar kau perkasa
Agar kau memimpin dengan bijak
Agar kau menjadi simbol pengganti ayah
Bagi adik adikmu kelak
Harimauku yang riang
Terlahir dengan doa sukacita
Ditunggu lama dengan harapan
Disayang sampai kelak kami tiada
Dihormati kala dewasa
Harimauku yang patuh
Jaga hatimu dengan sayang
Didik pikiranmu dengan kebaikan
Latih nafsumu dengan keimanan
Jaga jiwamu dengan doa.
Jakarta 25 Juli 2011
http://puisipop.wordpress.com
Kan kuceritakan padamu
Tentang cinta dan sayang
Kala kau kami minta
Dari penciptamu
Doa bundamu ke padaNya
Agar kau perkasa
Agar kau memimpin dengan bijak
Agar kau menjadi simbol pengganti ayah
Bagi adik adikmu kelak
Harimauku yang riang
Terlahir dengan doa sukacita
Ditunggu lama dengan harapan
Disayang sampai kelak kami tiada
Dihormati kala dewasa
Harimauku yang patuh
Jaga hatimu dengan sayang
Didik pikiranmu dengan kebaikan
Latih nafsumu dengan keimanan
Jaga jiwamu dengan doa.
Jakarta 25 Juli 2011
http://puisipop.wordpress.com
Tuesday, February 10, 2009
Semangat Belajar Kakak Hafidz
Satu minggu ini, kakak Hafidz malas belajar, kalau ditanya ada PR pasti jawabnya gak ada atau udah selesai dibuat. Entahlah mungkin kakak Hafidz jenuh atau memang lagi malas dan maunya diturutin untuk main video games.
Bila sudah seperti ini, memang harus agak keras untuk memintanya mengerjakan tugas – tugas sekolahnya. Karena nantinya akan susah mengerjakan tugas sekolah yang terus bertumpuk. Apalagi di sekolah kakak Hafidz yang muatan agamanya banyak, tentu mata pelajarannya jadi lebih banyak dari sekolah SD pada umumnya.
Untuk pelajaran Al-Quran dan Hadist yang ada hapalannya,
wow................................. susahnya karena setiap dua – tiga minggu ada satu surat dan beberapa hadist yang harus dihafalnya. Tetapi hafalan – hafalan itu bisa dicicil sampai akhir semester, bagi hafidz menghapal ini bukan perkara mudah karena kakak tidak begitu suka dengan pelajaran hapalan. Ini terbukti pada semester kemarin kakak baru dapat menyelesaikan seluruh hapalannya ketika satu minggu lagi ujian semester berlangsung.
Sekarang di semester dua ini untuk menghapal semua itu, cara menghapalnya dimulai dari mau tidur jadi sebelum baca do’a mau tidur kakak mengulang satu hadist rupanya dengan cara ini kakak tidak merasa terbebani dengan hapalan yang banyak
Bila sudah seperti ini, memang harus agak keras untuk memintanya mengerjakan tugas – tugas sekolahnya. Karena nantinya akan susah mengerjakan tugas sekolah yang terus bertumpuk. Apalagi di sekolah kakak Hafidz yang muatan agamanya banyak, tentu mata pelajarannya jadi lebih banyak dari sekolah SD pada umumnya.
Untuk pelajaran Al-Quran dan Hadist yang ada hapalannya,
wow................................. susahnya karena setiap dua – tiga minggu ada satu surat dan beberapa hadist yang harus dihafalnya. Tetapi hafalan – hafalan itu bisa dicicil sampai akhir semester, bagi hafidz menghapal ini bukan perkara mudah karena kakak tidak begitu suka dengan pelajaran hapalan. Ini terbukti pada semester kemarin kakak baru dapat menyelesaikan seluruh hapalannya ketika satu minggu lagi ujian semester berlangsung.
Sekarang di semester dua ini untuk menghapal semua itu, cara menghapalnya dimulai dari mau tidur jadi sebelum baca do’a mau tidur kakak mengulang satu hadist rupanya dengan cara ini kakak tidak merasa terbebani dengan hapalan yang banyak
Tuesday, February 3, 2009
Handphone Buat Kakak Hafidz.
Hari ulang tahun kakak masih lama, masih dalam hitungan bulan. Tetapi kakak sudah mengatakan kepadaku, tentang hadiah yang akan dimintanya. “Bu, nanti kalau kakak ulang tahun kakak mau hadiahnya handphone, ya ?” pinta kakak Hafidz dengan sedikit manja. “Terus nanti handphonenya ada kamera, ada gamesnya, bisa MP3 Player, bisa ini, bisa itu” lanjutnya. Oh……. Rupanya anakku sudah mulai tertular dengan apa yang dibawa teman-temannya, walaupun benda ini dibawa secara diam-diam ke sekolah.
Disekolah kakak Hafidz ada peraturan bahwa siswa tidak boleh membawa handphone, karena mereka cenderung untuk main games di handphonenya. Memang ada sebagian anak yang memang difasilitasi oleh orang tuanya alat komunikasi itu. Tetapi untuk kakak Hafidz sejujurnya kukatakan, kakak belum perlu.
Dari segi kebutuhan kakak memang belum membutuhkannya karena kakak hafidz ke sekolah naik mobil antar jemput, tidak pergi dan pulang sendiri.
Dari segi ekonomi, dengan handphone seperti yang kakak Hafidz inginkan tentu harganya mahal, malah nantinya hanya buat pamer, artinya sudah mengurangi kegunaan dari handphone sebagai alat komunikasi.
Pasti ada tambahan biaya untuk itu, dengan pembelian pulsa setiap bulannya.
Nanti tentu harus dicari cara untuk menerangkan kepadanya, bahwa kakak belum membutuhkan benda tersebut. Bila sudah waktunya nanti, dan kakak Hafidz sudah besar tentu lebih baik memberikan handphone yang punya fasilitas sesuai dengan kebutuhannya. Dengan catatan : pulsa yang diberikan adalah prabayar untuk lebih dapat mengatur pengeluaran bulanannya.
Jadi hadiah ulang tahun kakak Hafidz yang ke 8 ini, tentu saja seperti biasa yaitu menambah koleksi buku bacaannya.
Disekolah kakak Hafidz ada peraturan bahwa siswa tidak boleh membawa handphone, karena mereka cenderung untuk main games di handphonenya. Memang ada sebagian anak yang memang difasilitasi oleh orang tuanya alat komunikasi itu. Tetapi untuk kakak Hafidz sejujurnya kukatakan, kakak belum perlu.
Dari segi kebutuhan kakak memang belum membutuhkannya karena kakak hafidz ke sekolah naik mobil antar jemput, tidak pergi dan pulang sendiri.
Dari segi ekonomi, dengan handphone seperti yang kakak Hafidz inginkan tentu harganya mahal, malah nantinya hanya buat pamer, artinya sudah mengurangi kegunaan dari handphone sebagai alat komunikasi.
Pasti ada tambahan biaya untuk itu, dengan pembelian pulsa setiap bulannya.
Nanti tentu harus dicari cara untuk menerangkan kepadanya, bahwa kakak belum membutuhkan benda tersebut. Bila sudah waktunya nanti, dan kakak Hafidz sudah besar tentu lebih baik memberikan handphone yang punya fasilitas sesuai dengan kebutuhannya. Dengan catatan : pulsa yang diberikan adalah prabayar untuk lebih dapat mengatur pengeluaran bulanannya.
Jadi hadiah ulang tahun kakak Hafidz yang ke 8 ini, tentu saja seperti biasa yaitu menambah koleksi buku bacaannya.
Monday, February 2, 2009
Video Games Kakak Hafidz
Pulang dari sekolah, kakak hafidz sudah merengek-rengek minta main video games. Dia sudah duduk di depan komputer untuk mulai main games kesukaannya. Kebiasaan main games ini dimulai dari si kakak belum masuk sekolah, mula-mula hanya untuk memperkenalkan anak dengan komputer. Rupanya kegiatan ini lama-lama dapat membuatnya ketagihan. Kakak mulai besar sudah masuk sekolah TK. Kakak mulai menikmatinya, apalagi kalau dapat games-games yang baru,. tidak mau berhenti kalau belum menang atau selesai, games- games itu membuatnya menjadi penasaran. kami menyeleksi games apa yang boleh kakak Hafidz dan adek Ilal boleh mainkan tentunya harus sesuai dengan umurnya, dan tidak ada kekerasan. Akhirnya kami buatlah peraturan, kakak Hafidz tetap boleh main games tetapi ada batasan-batasanya.
Ketika masih TK kakak hafidz boleh main games 3 – 4 kali dalam seminggu dengan syarat : sudah makan siang dan bobo’ siang.
Sekarang setelah sudah besar kakak hanya boleh main games 2 kali dalam seminggu, dengan syarat : sudah makan, sudah bobo’ siang dan sudah buat PR.
Untuk berapa lama bermain video gamesnya biasanya diatur dalam hitungan 15 – 30 menit bergantian dengan adek Ilal. Walaupun adek Ilal tidak begitu suka main games, karena si adek lebih suka mengotak-atik computer lalu meng-install apa yang dia suka.
Karena main video games adalah salah satu kesenangan Kakak Hafidz, biasanya kami manfaatkan menjadi suatu hukuman baginya, untuk tidak boleh main games dalam waktu tertentu. Bila kakak suka mengganggu adeknya, seperti biasa kakak memang jahil.
Tetapi kami juga memberinya reward berupa games-games baru bila kakak melakukan sesuatu yang baik, misalnya nilai raportnya bagus, atau kakak sudah bisa diberi tanggung jawab untuk menjaga adiknya.
Ketika masih TK kakak hafidz boleh main games 3 – 4 kali dalam seminggu dengan syarat : sudah makan siang dan bobo’ siang.
Sekarang setelah sudah besar kakak hanya boleh main games 2 kali dalam seminggu, dengan syarat : sudah makan, sudah bobo’ siang dan sudah buat PR.
Untuk berapa lama bermain video gamesnya biasanya diatur dalam hitungan 15 – 30 menit bergantian dengan adek Ilal. Walaupun adek Ilal tidak begitu suka main games, karena si adek lebih suka mengotak-atik computer lalu meng-install apa yang dia suka.
Karena main video games adalah salah satu kesenangan Kakak Hafidz, biasanya kami manfaatkan menjadi suatu hukuman baginya, untuk tidak boleh main games dalam waktu tertentu. Bila kakak suka mengganggu adeknya, seperti biasa kakak memang jahil.
Tetapi kami juga memberinya reward berupa games-games baru bila kakak melakukan sesuatu yang baik, misalnya nilai raportnya bagus, atau kakak sudah bisa diberi tanggung jawab untuk menjaga adiknya.
Nabung yuk, nak !!!!!
“Ibu, tambahin uang jajan kakak, ya?” rengek anakku yang sulung. Sekarang kakak sudah kelas III SD dengan uang jajan Rp. 1.000,00. plus satu botol air minum, yang dibawanya kesekolah setiap harinya. Dan akhirnya dengan negosiasi uang jajan kakak dinaikkan 100%.
Untuk adek ilal yang kelas I SD memang sedikit repot, sebab setiap hari dibawakan bekal sekolah karena si adek belum mengerti jadi tidak dapat jajan sendiri. Dulu sewaktu kakak hafidz kelas I SD, sama saja seperti adiknya dibawakan bekal ke sekolah. Setelah kelas II SD barulah si kakak dapat jajan sendiri.
“Kalau uang jajan sudah dinaikkan, memangnya harus dihabiskan, kak?” tanyaku pada si kakak. ”Gimana kalau ditabung?” sambungku.
Kemudian aku menyuruhnya menulis semua keinginannya, setelah itu dibaca bersama.. “Oh…… banyaknya juga yah keinginannya” kataku. Dari mulai komik, DVD games sampai Handphone. Si kakak tertawa saja. Dan semuanya harus dibeli pakai uang. Kasihan Ayah kalau semuanya mau dikabulkan.
Kalau kita mau menabung nanti pada saat kita butuh sesuatu kita dapat mempergunakannya. Disamping itu supaya kakak belajar bersabar apa yang diinginkannya tidak dapat hari itu juga dia dapatkan. Dan juga sebenarnya aku hanya mengajarkan kepada kakak agar tidak boros dan dapat bersyukur dengan rejeki pemberian Allah.
Sekarang kakak belajar menabung dengan menyisihkan uang jajannya, lalu dicatat tabungannya sudah berapa banyak, memang sich agak repot buatku. Tetapi kakak gembira dengan kegiatan menabungnya. Alhamdulillah artinya kakak tidak terpaksa melakukannya.
Untuk adek ilal yang kelas I SD memang sedikit repot, sebab setiap hari dibawakan bekal sekolah karena si adek belum mengerti jadi tidak dapat jajan sendiri. Dulu sewaktu kakak hafidz kelas I SD, sama saja seperti adiknya dibawakan bekal ke sekolah. Setelah kelas II SD barulah si kakak dapat jajan sendiri.
“Kalau uang jajan sudah dinaikkan, memangnya harus dihabiskan, kak?” tanyaku pada si kakak. ”Gimana kalau ditabung?” sambungku.
Kemudian aku menyuruhnya menulis semua keinginannya, setelah itu dibaca bersama.. “Oh…… banyaknya juga yah keinginannya” kataku. Dari mulai komik, DVD games sampai Handphone. Si kakak tertawa saja. Dan semuanya harus dibeli pakai uang. Kasihan Ayah kalau semuanya mau dikabulkan.
Kalau kita mau menabung nanti pada saat kita butuh sesuatu kita dapat mempergunakannya. Disamping itu supaya kakak belajar bersabar apa yang diinginkannya tidak dapat hari itu juga dia dapatkan. Dan juga sebenarnya aku hanya mengajarkan kepada kakak agar tidak boros dan dapat bersyukur dengan rejeki pemberian Allah.
Sekarang kakak belajar menabung dengan menyisihkan uang jajannya, lalu dicatat tabungannya sudah berapa banyak, memang sich agak repot buatku. Tetapi kakak gembira dengan kegiatan menabungnya. Alhamdulillah artinya kakak tidak terpaksa melakukannya.
Thursday, January 22, 2009
Ranking Kakak Hafidz
Sulungku, hampir 8th kelas III SD. bercerita tentangnya gak ada abis-abisnya. Anaknya lumayan cerewet, maunya minta perhatian yang lebih. Tetapi mudah berempati dengan orang lain dan sudah bisa diajak berbagi. Ditahun ketiga sekolahnya, kakak begitu aku biasanya memanggilnya. Kakak tidak terlalu senang dengan hasil raportnya yang menurun, walaupun menurutku secara keseluruhan hasilnya tidak mengecewakan. Kakak kecewa tetapi bertekad untuk lebih baik disemester depan. "Bukan nilai yang menjadi ukuran kakak pintar atau tidak", "ucapku". Aku lebih suka anakku menikmati belajarnya dengan senang hati bukan dengan mengejar rangking. Sistem Ranking Kelas bagiku lebih banyak dampak negatifnya .
Secara sadar guru telah mengelompokkan siswa yang pintar dan tidak pintar, maka sesungguhnya kita telah memberikan cap tertentu bahwa si A “bodoh” sedangkan si B “pintar”. Padahal secara teoritis semua anak yang lahir adalah unik dan mempunyai kelebihan dan kekurangan .
Menjadi tugas guru dan orang tua untuk dapat mengembangkan apa yang menjadi potensi anak.. mungkin banyak anak-anak Indonesia yang pintar, cerdas, jenius, –baik IQ, EQ dan SQ, tapi karena sistem ini akhirnya apa yang menjadi potensi anak-anak tersebut tidak berkembang? Dimana semua orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda dan juga bidang yang berbeda.. seperti pembagian kekuatan otak kiri dan otak kanan.. Dimana si A yang tadinya dianggap bodoh justru mempunyai kelebihan dalam hal-hal tertentu, dan si B yang dianggap pintar tetapi tidak mempunyai kelebihan yang ada di A.
Bila seperti ini, maka masih pantaskah kita mengkelompokan kepandaian seorang anak? Dalam teori-teori Barat pun mengakui bahwa dalam setiap kelas dan di kelas tersebut jika dibagi menjadi beberapa kelompok maka kelompok tersebut harus terdiri dari mereka yang pintar, agak pintar, dan kurang pintar –artinya semua siswa pintar, hanya kurang pada hal tertentu.
Sebaiknya orang tua dan guru bila melihat bahwa anak telah memberikan usaha terbaiknya, apresiasilah berapapun nilai yang diperolehnya karena berarti ia telah berusaha mengerahkan segala kemampuannya . tetapi bila orang tua dan guru melihat bahwa anak belum mengunjukkan upaya terbaiknya, bantulah anak untuk dapat mengerahkan segala kemampuanya Artinya orang tua dan guru mendidik anak dan diri mereka sendiri untuk lebih menghargai proses yang dia lalui dibandingkan dengan hasil yang didapat.
Secara sadar guru telah mengelompokkan siswa yang pintar dan tidak pintar, maka sesungguhnya kita telah memberikan cap tertentu bahwa si A “bodoh” sedangkan si B “pintar”. Padahal secara teoritis semua anak yang lahir adalah unik dan mempunyai kelebihan dan kekurangan .
Menjadi tugas guru dan orang tua untuk dapat mengembangkan apa yang menjadi potensi anak.. mungkin banyak anak-anak Indonesia yang pintar, cerdas, jenius, –baik IQ, EQ dan SQ, tapi karena sistem ini akhirnya apa yang menjadi potensi anak-anak tersebut tidak berkembang? Dimana semua orang memiliki kecerdasan yang berbeda-beda dan juga bidang yang berbeda.. seperti pembagian kekuatan otak kiri dan otak kanan.. Dimana si A yang tadinya dianggap bodoh justru mempunyai kelebihan dalam hal-hal tertentu, dan si B yang dianggap pintar tetapi tidak mempunyai kelebihan yang ada di A.
Bila seperti ini, maka masih pantaskah kita mengkelompokan kepandaian seorang anak? Dalam teori-teori Barat pun mengakui bahwa dalam setiap kelas dan di kelas tersebut jika dibagi menjadi beberapa kelompok maka kelompok tersebut harus terdiri dari mereka yang pintar, agak pintar, dan kurang pintar –artinya semua siswa pintar, hanya kurang pada hal tertentu.
Sebaiknya orang tua dan guru bila melihat bahwa anak telah memberikan usaha terbaiknya, apresiasilah berapapun nilai yang diperolehnya karena berarti ia telah berusaha mengerahkan segala kemampuannya . tetapi bila orang tua dan guru melihat bahwa anak belum mengunjukkan upaya terbaiknya, bantulah anak untuk dapat mengerahkan segala kemampuanya Artinya orang tua dan guru mendidik anak dan diri mereka sendiri untuk lebih menghargai proses yang dia lalui dibandingkan dengan hasil yang didapat.
Subscribe to:
Posts (Atom)