Pages

Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Wednesday, August 8, 2012

Poligami Antara Pilihan dan Takdir

Topik poligami bukanlah suatu topik yang menyenangkan untuk dibicarakan buat wanita, kalau tidak ingin dibilang menyeramkan. Disini,  aku tidak ingin mengharamkan  sesuatu yang dibolehkan Allah buat kaum lelaki. Membolehkan bukan berarti menganjurkan dan juga bukan berarti mewajibkan. Tetapi aku ingin menyoroti dari sisi kewanitaanku.

Sampai sekarang aku belum mendapatkan hadist yang menerangkan bahwa keikhlasan wanita di pologami balasannya adalah surga. Rumah tangga buatku adalah perwujudan dari kasih sayang yang berisi hak dan kewajiban dan dijalankan dengan tanggung jawab. Yang semuanya diperhitungkan di hadapan Allah.

Bersedia  menjalani poligami pasti ada alasan begitu juga memilih untuk tidak di poligami pasti dengan pertimbangannya. Tetapi sebagian besar wanita tidak akan ikhlas bila berbagi suami, entahlah kalau pasangan adalah separuh jiwa dikondisi itu masihkah dirasakan separuh jiwa?

Mungkin jadi pertimbangan buat lelaki kalimat dibawah ini,( dari twitt seorang teman…)

Jika sholat belum terjaga
Amarah masih sulit reda
Sabar masih cita-cita
Poligami belum pantas masuk agenda

Aku menghargai dan memuji wanita yang bisa menjalani kehidupan dipoligami, tetapi buatku sampai saat ini aku tidak  memilih jalan ini. Kalau sendiri lebih nyaman mengapa harus berbagi? Yang kuingin hanya sakinah bersamamu.

Tuesday, June 19, 2012

Kerudung

Kerudung  adalah  bentuk penutup kepala wanita baik itu yang panjang menutup kepala dada dan badan wanita atau yang hanya rambut dan leher saja. Begitu banyak alasan bisa diungkap mengapa seseorang memutuskan untuk berkerudung dan begitu banyak alasan pula mengapa seseorang memilih tidak atau belum berkerudung. Bila kerudung hanya berupa kain ringan yang menutupi kepala mengapa kita berat untuk menyempurnakannya.

Bersyukur kepada Allah SWT, hidayah datang disaat aku masih muda. Hidayah menghampiri kita memang tidak datang begitu saja, karena memang harus diikhtiarkan. Mempunyai sahabat-sahabat yang baik. Yang selalu mengajak kepada arah kebaikan. Dari mereka aku belajar ikhlas mematuhi kewajiban sebagai muslimah. Khusus buat kalian : Evi, Icha. Weny dan Nurul. Terima kasih buat persahabatannya. Yang saat ini begitu sulit buat bertemu karena kesibukan kita dan juga sudah terpisah jarak. Dan buat pelopor yang pada masaku dan masa sebelum aku berkerudung, InsyaAllah  yang kalian usahakan menjadi ladang amal bagian kalian dan membawa kebaikan bagi kita semua. Dimana saat itu begitu sulitnya muslimah menggunakan pakaian takwa.

Kendala bukan saja dibirokrasi maupun regulasi tetapi juga pada ketersediaan pakaian itu sendiri, serta dari aspek sosial dimana banyak orang melihat orang berkerudung sebagai orang yang aneh, fanatik dan lainnya. Dari segi birokrasi dan regulasi dulu di kampusku ada kebijaksanaan bila kita menggunakan foto ijazah dengan menggunakan kerudung maka kita harus membuat pernyataan bahwa bila dikemudian hari ada permasalahan karena foto tersebut maka kita siap menanggung akibatnya. Dan untuk ketersediaan pakaian pada masa itu tak banyak di pasaran bahkan bisa dikatakan sangat sulit dicari. Maka hampir semua muslimah  yang berkerudung  harus membuat sendiri dengan menjahit di  penjahit langganan atau memang menjahitnya sendiri.

Sekarang, bukan sesuatu yang aneh bila kita melihat mulai banyak dan bertambah banyak  muslimah yang menggunakan kerudung. Alhamdulillah, belasan tahun berlalu aku melihat teman kuliahku maupun teman SMA ku,   banyak yang telah menggunakan kerudung.

Wednesday, June 13, 2012

Menulis.......

Entah sudah berapa lama aku menulis karena kebiasaanku yang satu ini telah kumulai sejak aku kecil. Tulisan pertamaku adalah ketika aku kelas 3 SD. Dimulai dari catatan harian, yang terus berlanjut hingga aku kuliah. Ada banyak buku diary yang kuhabiskan, yang isinya menceritakan tentang diriku sendiri dan juga peristiwa yang kualami sehari-hari.

Hari ini, sungguh membosankan karena tak ada yang dapat kulakukan saat menunggu anakku yang sedang ujian. Bengong sendiri, untuk ngrumpi bersama ibu-ibu yang lain aku gak begitu suka. Karena lebih banyak bergunjing yang ujung-ujungnya jadi masalah. Lebih baik kunikmati saja kebosanan ini dengan menulis.

Menulis buatku adalah untuk mengungkapkan  apa yang aku rasakan,  yang aku tuangkan dalam bentuk tulisan.Semua mengalir tanpa ada pesan-pesan sponsor didalamya. Aku ingin bertutur dengan jujur tanpa mengurangi dan melebihkan sebuah informasi dari faktanya.

Sunday, June 3, 2012

Lover in Heaven

I wrote this love
The love of prayer in marriage
I separate sadness of love
I picked together for love

My love for you in the world
I want your love in heaven

Jakarta, 29 Mei 2012

http://puisipop.wordpress.com