Pages

Showing posts with label Cerita Adek Aufa. Show all posts
Showing posts with label Cerita Adek Aufa. Show all posts

Friday, June 1, 2012

Berapa dek?

Awal bulan Mei ini, adalah ulang tahun bungsuku. Yang ke berapa dek? Lima jawabnya sambil membuka lebar telapak tangannya. Selamat ulang tahun sayang,semoga diusiamu ini, tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sehat. Selama satu tahun ini adek punya banyak kemajuan. Sifat kerasnya sudah lebih melunak.

Sepasang bantal Angry bird buat adek, yang kuberikan pada saat ulang tahunnya. Begitu senangnya dia. Dimana akhirnya jadi bahan buat menggodanya, karena kakaknya suka sekali jahil sama adiknya.

Friday, February 17, 2012

Ayah Kangen, Dek.....

Bungsu ayah, Adek aufa begitu dekat sama ayah. Bila ayah jauh selalu ditanyakan "Ayah pulang.....?" begitu tanyanya padaku. Dengan usia hampir lima tahun,celotehannya segar membuat semua tertawa. Egois karena memang paling kecil,dimana kakak-kakaknya mengalah dengannya.

Apalagi ayah begitu senang menggodanya, Adek diajak bercanda sampai Aufa menangis. Bila sudah menangis dibujuk lagi akhirnya adek tertawa lagi. Dan itu berlangsung lama, sampai anaknya benar-benar menangis. Tetapi adek bila ayah di rumah nempel terus sama ayah. Apapun maunya sama ayah. Rupanya hal inilah yang membuat ayah suka gak kuat kalo lagi kangen sama anakknya.  Dek,...... ini puisi ayah buat Aufa.

Untuk naga mudaku



Selamat sore naga ku
Kau kian gagah dalam umurmu
Tetap berteriak untuk ingin
Tetap merajuk kala memaksa

Kau naga muda paling tampan
Pada belantara yang terpilih untukmu
Ku ingin mendekapmu sore ini
Ku ingin tangismu, karena aku rindu

Naga mudaku yang kian melembut
Mungkin umurmu yang mendidik
Kau lebih lembut dari kemarin
Yang kian pandai merayu hati kami

Kami sayang padamu
Walau kadang akupun jauh
Tapi rindu pada apimu
Tak usai walau kau kupeluk


Untuk nagaku…Ayah rindu
Jakarta 11 Februari 2012

http://puisipop.wordpress.com

Tuesday, August 2, 2011

Adek Aufa Sekolah



Tak terasa rupanya bungsuku telah mulai sekolah. Ada kekhawatiranku, karena bungsuku sedikit egois karena kakak-kakaknya mengalah dengannya.
Hari pertama sekolahnya, setelah bangun tidur, mandi dan telah rapi berpakaian seragam barunya. Kuantar adek Aufa kesekolahnya. Sampai dikelasnya aku katakan padanya “Dek… Ibu tunggu di luar ya?” Aufa hanya mengiyakan.
Aku bergegas keluar. Alhamdulillah dia mandiri dengan umurnya 4 tahun. Dia langsung bisa
bermain dengan teman-teman barunya.
Keesokan harinya adek bangun pagi tanpa harus aku bangunkan. “Ibu Aufa mau sekolah” katanya. Sambil mendekatiku minta disiapkan bekal buat sekolahnya. Dia menikmati sekali sekolahnya, dan selalu bersemangat. Hanya saja setiap senam dia belum mau mengikuti. Nanti juga mau ya nak. Alhamdulillah adek mandiri jadi adek hanya diantar kesekolah dan dijemput pulangnya,

Tuesday, November 16, 2010

Adek Aufa .........



Aduh...... Sedih banget rasanya melihat si bungsu sakit. Udah sejak seminggu yang lalu panas badannya gak turun -turun. Dua hari badannya panas langsung kubawa kedokter. Dikasih obat penurun panas sambil tunggu dua hari berikutnya untuk melihat perkembangan selanjutnya. Kalo tetep gak turun juga harus periksa darah mungkin DB atau juga Typus.

Emang yang namanya nunggu aku gak sabar plus cemas mana ayahnya jauh. Sore besoknya dibawa deh si Adek ke UGD bener deh yang aku khawatirkan kejadian. Adek harus dirawat karena jumlah trombositnya udah turun sedikit dibawah range normal.

Ayah datang.... aku mulai tenang karena setidaknya aku gak sendiri dengan cemasku.
Tiga hari berlalu baru ketahuan penyakitnya, terinfeksi virus yang aku tak tau apa namanya, yag jelas setelah periksa darah bukan DB dan juga Typus.

Malam ini udah malam yang keempat di rumah sakit. Sambil menunggu adek pulih kemungkinan besok bisa pulang. Bener deh sepertinya tahun ini lebaran di rumah sakit.
Apapun kejadiannya InsyaAllah aku bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.

Monday, March 23, 2009

Cicak dan Cicinya Aufa


Adek Aufa seneng sekali kalau melihat cicak. Pertama kali memperhatikan cicak umurnya kurang lebih 1 tahun. Cicak yang merayap di dinding dipangil – panggilnya cicak- cicak. Lalu di mulai memperhatikan kucing tetangga yang suka bertamu kerumah.
”Dek, itu cici” kata ayuk Ifa. Mulai saat itu untuk Aufa binatang hanya ada dua yaitu Cici dan Cicak. Kalau melihat binatang apapun itu selain cicak yach cici.

Saturday, February 7, 2009

Adek Aufa Kangen Ayah



Anak bungsuku, adek Aufa umurnya 1 tahun 9 bulan sudah bisa mengekspresikan perasaannya. Adek mulai belajar manja – manja dengan ayah, Desember tahun kemarin. Karena ayah di Palembang lebih lama, artinya waktu bertemu ayah jadi lebih lama juga. Kemudian adek Aufa ikut ayah dan ibu ke Jakarta. Di Jakarta adek benar – benar gak ada saingan untuk mencari perhatian ayah.

Kemudian Adek dan ibu pulang lagi ke Palembang. Lalu rutinitas seperti biasa menunggu ayah pulang dari Jakarta. Satu minggu ini, adek sepertinya kangen banget sama ayahnya. Terkadang sedang duduk manis si adek menjerit memanggil ayah. Tetapi yang lebih sering dilakukanya sekarang adalah memandang foto ayah, sambil memanggil ayah......ayah.....

Bila ayah telepon, dia sudah tahu oh..... itu suara ayahnya. Karena Aufa suka sekali mendengar musik, dia ikutan menyanyi sambil menari sesukanya. Di telepon biasa si adek diajak bernyanyi sama ayah. Ketika ayah bilang meletus balon hijau..........Dan si adek nyambung Darrrr...............