Pages

Friday, April 6, 2012

Usia 11 Tahun Kakak Hafidz

Dua hari lalu, ulang tahun ke 11 anak sulungku. Kakak yang di usia yang ke sebelas ini. Aku berdoa ke pada Allah untuk kebahagiaannya. Di usia yang menginjak remaja ini, tentunya butuh perhatian khusus. karena ego kakak yang mulai bertambah. Meminta perhatian yang lebih dari adik-adiknya. Merasa lebih berkuasa karena menajadi sulung. Tetapi walau bagaimanapun Kakak, aku tetaplah tempatnya berbagi. Aku merasa bahagia karena anakku dapat menumpahkan semua curhatnya padaku tanpa malu dan juga ragu.

Kami tetap menyayangimu dan berbuat semampu kami untuk menjadikanmu anak yang sholeh, berakhlak baik dan kelak berguna bagi orang – orang disekelilingmu.

Dan seperti arti namamu nak........ kami berharap kelak kamu dapat menjaga segala kebaikan untuk terus bermanfaat bagi semua orang dan menjaga dirimu dari segala yang tidak baik. Amien

Tuesday, April 3, 2012

Usia 40 Tahun

Bulan April bagi kami sekeluarga adalah bulan bahagia. Ada tiga hari ulang tahun buat kami. Ayah dan kakak Hafidz hanya beda sehari ulang tahunnya. Hari ini,  ayah genap berusia 40 tahun.  Selamat ulang tahun ayah! Semoga panjang umur sehat selalu. Dimudahkan dan dimampukan oleh Allah dalam berusaha dan menjaga amanah – amanah Allah pada ayah. Amien. 

Angka 40 tentunya punya arti yang spesial karena  Al-Qur’an menyebut sesuatu di dalam ayat-ayat-Nya, tentu ada yang sangat penting atau perlu diperhatikan terhadap sesuatu tersebut. 
Demikian juga ketika Al-Qur’an memberikan apresiasi tersendiri terhadap tahapan manusia kala mencapai usia 40 tahun yang disebutkan di dalam ayatnya secara eksplisit. Allah swt. berfirman,

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Apabila dia telah dewasa dan usianya sampai empat puluh tahun, ia berdoa, “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shaleh yang engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim.” (Q.S. al-Ahqâf: 15)

Salah satu keistimewaan usia 40 tahun dari sabda Rasulullah saw.,

العَبْدُ الْمُسْلِمُ إِذَا بَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً خَفَّفَ اللهُ تَعَالَى حِسَابَهُ ، وَإِذَا بَلَغَ سِتِّيْنَ سَنَةً رَزَقَهُ اللهُ تَعَالَى الْإِنَابَةَ إِلَيْهِ ، وَإِذَا بَلَغَ سَبْعِيْنَ سَنَةً أَحَبَّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، وَإِذَا بَلَغَ ثَمَانِيْنَ سَنَةً ثَبَّتَ اللهُ تَعَالَى حَسَنَاتِهِ وَمَحَا سَيِّئَاتِهِ ، وَإِذَا بَلَغَ تِسْعِيْنَ سَنَةً غَفَرَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ وَشَفَّعَهُ اللهُ تَعَالَى فِى أَهْلِ بَيْتِهِ ، وَكَتَبَ فِى السَّمَاءِ أَسِيْرَ اللهِ فِى أَرْضِهِ – رواه الإمام أحمد

Seorang hamba muslim bila usianya mencapai empat puluh tahun, Allah akan meringankan hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya mencapai enam puluh tahun, Allah akan memberikan anugerah berupa kemampuan kembali (bertaubat) kepada-Nya. Bila usianya mencapai tujuh puluh tahun, para penduduk langit (malaikat) akan mencintainya. Jika usianya mencapai delapan puluh tahun, Allah akan menetapkan amal kebaikannya dan menghapus amal keburukannya. Dan bila usianya mencapai sembilan puluh tahun, Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang belakangan, Allah juga akan memberikan pertolongan kepada anggota keluarganya, serta Allah akan mencatatnya sebagai “tawanan Allah” di bumi. (H.R. Ahmad)
Pada usia 40 tahun, Ahmad Syarifuddin dalam bukunya ini adalah:
1. Meneguhkan tujuan hidup
2. Meningkatkan daya spiritualisme
3. Menjadikan uban sebagai peringatan
4. Memperbanyak bersyukur
5. Menjaga makan dan tidur
6. Menjaga konsistensi 


InsyaAllah di umur ini, ayah terus istiqomah menjalani kehidupan ini. Amien


Saturday, March 31, 2012

Benteng Kuto Besak

Dulu,..... sewaktu masih kuliah aku benar-benar menghindari tempat ini. Yang terbayang adalah suasana tidak aman dan juga aroma yang tak sedap. Tahun 2000-an pemerintah kota mulai menata kawasan ini. Pulang ke Palembang tahun 2006 pertama kali anak-anak diajak kesini mereka langsung jatuh hati, karena mereka baru kali kedua melihat sungai setelah pulang ke kampung ayah.

Sekarang menjadi tempat favorite buatku menikmati malam, duduk di  pelataran Benteng Kuto Besak sambil memandang lepas ke Sungai Musi. Bercengkrama bersama anak-anak, dan menjadi tempat menghilangkan jenuh. Ayah yang suka aroma lumpur sungai  megingatkan akan sungai di kampungnya.


Rindu di tepi Musi

Aku yang merindu
Pada masa, seperti bayang bulan
Di ujung musi
Yang bergoyang, saat angin itu lewat

Aku yang terharu
Pada lembut harum lumpur sungai
Semilir dibawa angin
Mengingatkan pada masa kanakku

Jauh pandang pada cakrawala
Pada barisan bintang
Mengambang terang
Siratkan mimpi muda yang tak tergapai

Musi,
Rindu keduaku
Setelah bidadari cinta
Yang menarikku pada rindu tak berujung

Palembang, 08 Desember 2011

http://puisipop.wordpress.com

Monday, March 12, 2012

Rabu Penuh Cinta

Hari Rabu adalah hari yang kami pilih berdua, antara aku dan sulungku. Bukannya hari lain kakak tidak boleh meminta perhatian lebih ataupun mengedakukan segala keinginann dan permasalahannya. Aku memberikan hari itu khusus untuknya, aku ingin kakak merasa bahwa dia tetap anak yang menjadi harapan ibunya, Dia memang spesial buatku.

Pada setiap Rabu, kakak boleh cerita apa saja tentang segala permasalahannya. Atau curhat-currhatnya yang lain. Sulungku yang baru beranjak remaja. Dengan emosi yang mudah labil. Minta perlakuan yang lebih dari adik-adiknya. Tapi disaat yang lain kakak bisa lebih bijak untuk umurnya kini.

Sulungku yang ditunggu lama keberadaannya, yang kelak menjadi penjaga dan pelindung bunda. Ini  ibu kutipkan puisi dari ayah.

Sungguh, jauh di lubuk hatiku aku sangat menyayangimu nak......


Lahirnya Sang Harimau


Harimau perkasaku
Kan kuceritakan padamu
Tentang cinta dan sayang
Kala kau kami minta
Dari penciptamu

Doa bundamu ke padaNya
Agar kau perkasa
Agar kau memimpin dengan bijak
Agar kau menjadi simbol pengganti ayah
Bagi adik adikmu kelak

Harimauku yang riang
Terlahir dengan doa sukacita
Ditunggu lama dengan harapan
Disayang sampai kelak kami tiada
Dihormati kala dewasa

Harimauku yang patuh
Jaga hatimu dengan sayang
Didik pikiranmu dengan kebaikan
Latih nafsumu dengan keimanan
Jaga jiwamu dengan doa.

Jakarta 25 Juli 2011

http://puisipop.wordpress.com 

Sunday, March 4, 2012

Jalan Malam 2

Menikmati langit malam, penuh keasyikan tersendiri.  Hal yang sering kulakukan dulu. Memandang cakrawala yang luas,  membuat aku semakin kecil dihadapanNya. Bertambah syukurku padanNya.

Malam  yang benar-benar cerah sehingga aku menikmati taburan bintang di langit malam.
Entah kapan lagi bisa menikmati keindahan malam seperti ini,  Alhamdulillah masih bisa kunikmati bersama suamiku. Jadi inget sama puisi jadul darinya……

Bintang Pagi


Bintang pagi,
Disela fajar, kau ucap “sayang”
Mengapa tidak di ambang petang?

Palembang, April 1994


 http://puisipop.wordpress.com

Jalan Malam

Menikmati malam bersama, selalu dilakukan bila ayah pulang ke Palembang.  Sama seperti belasan tahun berlalu.  Malam kemarin aku benar-benar menikmati keindahan langit malam yang cerah. Sehingga bintang yang bertabur di langit begitu mempesona.
Keliling Palembang di waktu malam merupakan keasyikan tersendiri. Sudah tengah malam malah menjelang pagi, 


Puas menikmati malam sambil memandang langit,  dan waktunya berburu makanan yang lumayan berat karena laparnya.
Apalagi kalau bukan Martabak,  adalah sejenis martabak asin isinya telor atau sayur atau daging, disajikan bersama kuah kari kental dan potongan cabe ijo atau rawit.
Alhamdulillah kenyang banget, "bungkus ya pak"....pesan ayah sama penjualnya. Nanti dinikmati lagi bersama dirumah.

Friday, February 17, 2012

Ayah Kangen, Dek.....

Bungsu ayah, Adek aufa begitu dekat sama ayah. Bila ayah jauh selalu ditanyakan "Ayah pulang.....?" begitu tanyanya padaku. Dengan usia hampir lima tahun,celotehannya segar membuat semua tertawa. Egois karena memang paling kecil,dimana kakak-kakaknya mengalah dengannya.

Apalagi ayah begitu senang menggodanya, Adek diajak bercanda sampai Aufa menangis. Bila sudah menangis dibujuk lagi akhirnya adek tertawa lagi. Dan itu berlangsung lama, sampai anaknya benar-benar menangis. Tetapi adek bila ayah di rumah nempel terus sama ayah. Apapun maunya sama ayah. Rupanya hal inilah yang membuat ayah suka gak kuat kalo lagi kangen sama anakknya.  Dek,...... ini puisi ayah buat Aufa.

Untuk naga mudaku



Selamat sore naga ku
Kau kian gagah dalam umurmu
Tetap berteriak untuk ingin
Tetap merajuk kala memaksa

Kau naga muda paling tampan
Pada belantara yang terpilih untukmu
Ku ingin mendekapmu sore ini
Ku ingin tangismu, karena aku rindu

Naga mudaku yang kian melembut
Mungkin umurmu yang mendidik
Kau lebih lembut dari kemarin
Yang kian pandai merayu hati kami

Kami sayang padamu
Walau kadang akupun jauh
Tapi rindu pada apimu
Tak usai walau kau kupeluk


Untuk nagaku…Ayah rindu
Jakarta 11 Februari 2012

http://puisipop.wordpress.com

Thursday, February 16, 2012

Kursus Gitar

Hari ini, Ibu nemenin Adek Ilal kursus gitar klasik. Kegiatan rutin setiap minggunya, Pada hari lain Adek les bahasa Inggris dan juga melukis. Ayah berharap Ilal bisa menyalurkan energi berlebih yang Ilal punya. Musik salah satu yang menjadi pilihan.

Mula- mula kursus Adek Ilal selalu saja bertanya sama gurunya. " Pak kapan Ilal bisa konser?", tanya adek Ilal sama gurunya. Itu pertanyaan buat gurunya, pertama kali ketika dia  kursus. Mulai banyak kemajuan didapatnya

Ayah selalu menayakan dan melihat permainan Adek Ilal,  jadi Adek Ilal bertanggung jawab atas pilihannya. Aku hanya ingin nanti sewaktu perpisahan kelas VI Adek bisa menampilkan permainan gitar klasiknya. Karena pada dasarnya anakku ini memang mempunyai percaya diri yang tinggi.

Lebih giat Dek ya....... nanti bisa tampil di perpisahan kelas VI. Aamiin...............

Thursday, February 9, 2012

Duniaku Padamu

Duniaku padamu

Dunia kita
Diapit jurang pada titian
Yang menjadi jalan
Menuju arah terpilih
Dari harap ke tuhan

Mimpi kita
Kadang congkak, membius asa
Pun indah dari awalnya
Seperti harapmu saat menerimaku
Membungkus mimpi jadi bekal kita

Sayang dan Marah
bagai dandang menanak dewasa
Yang terhidang pada nampan dunia
Dan terus kita buat hingga menua
Bersama cinta yang luruh bersamanya

Aku mimpimu
Kau api yang membakar hasrat dunia
Kau berkah tuhan pada dunia ku
Pada masa yang terus menua
Dan aku akan tetap muda untukmu..

Jakarta 9 Februari 2012