Pages

Monday, July 13, 2009

Partai Teletubies




Tanggal 08 Juli kemarin, Pemilu Pilpres dilaksanakan. Siapapun yang terpilih semoga dapat membuat rakyat dapat lebih sejahtera. Aku ingat tahun 2004 waktu itu Kakak Hafidz baru berusia 3 tahun. Aku baru pertama kali ikut pemilihan umum dengan banyak partai, biasanya hanya dengan tiga partai. Kemudian dilanjutkan dengan pilpres.


Bagaimana hebohnya kakak hafidz, jauh – jauh hari sebelum pemilu dilaksanakan setiap ada orang yang disekitarnya berbicara tentang pemilu, Kakak menjawab partai yang akan dipilihnya adalah partai teletubies, sesuai dengan film yang disukainya waktu itu.


Karena partai yang didengarnya dari cerita ayah dan ibunya juga teman – teman ayahnya maupun dari iklan –iklan yang ada ditelevisi hanya untuk orang dewasa.

Friday, July 10, 2009

Kemasan Plastik

Dua minggu lagi tahun ajaran baru dimulai. Perlengkapan sekolah kakak Hafidz dan adek Ilal mulai dipersiapkan dari seragam, buku dan juga perlengkapan makan. Yang selalu dibawa anak –anak biasanya adalah botol minuman.
Banyak anak –anak disekolah si adek membawa botol minumannya dengan botol air minum mineral. Alasan ibu –ibu adalah lebih hemat, praktis dan juga kalo hilang atau pecah lebih mudah gantinya. Ada juga yang menggunakan botol botol plastik ini untuk tempat air di lemari pendingin, sayang di buang lebih baik dimanfaatkan ?!!!!

Ada yang harus diperhatikan dalam menggunakan kemasan plastik. Dengan melihat kode yang tertera di bawah wadah plastik. Kode – kode ini menunjukkan dari jenis bahan apa plastik itu dibuat. Kode tersebut berupa segitiga yang terdiri dari 3 anak panah atau dengan huruf yang merupakan singkatan nama bahan pembuat plastik. Dengan mengetahui jenis bahan baku plastik, kita dapat mengetahui apakah jenis tersebut berbahaya terhadap makanan atau tidak.

Berikut kode-kode yang tertera dibawah kemasan plastik :



1 : Polyethylene Terephalate (PET/PETE)
Biasanya merupakan wadah dari minuman mineral dengan warna transparan. Wadah ini khususnya diperuntukan sekali pakai. Karena semakin lama isinya berada dalam kemasan tersebut, maka kandungan kimia yang terlarut semakin banyak pula.


2 : High Density Polyethylene (HDPE)
Biasanya digunakan sebagai kemasan obat atau bahan kosmetik.





3 : Polyvinyl Chloride (PVC)

Merupakan zat yang paling berbahaya. Sering digunakan sebagai saluran air, bahan bangunan, kadang kala digunakan sebagai mainan anak. Untuk para orangtua bisa memperhatikan mainan anaknya karena untuk anak-anak di bawah usia


4 : Low Density Polyethylene (LDPE)

Biasa digunakan untuk bungkus sayuran dan daging beku




5 : Polypropylene (PP)

Digunakan untuk kemasan makanan, minuman, margarin, botol shampo atau botol bayi.



6 : Polystyrene (PS)

Polystyrene merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh. Jika makanan berminyak dipanaskan dalam wadah ini, styrene dapat berpindah ke dalam makanan, maka menggunakan bahan ini sebagai wadah makanan tidak dianjurkan. Berupa gelas dan piring makanan styrofoam yang sudah lama dianggap sebagai penyebab kanker, sendok dan garpu, kotak CD.



7 : Kategori lainnya

Yang termasuk dalam kategori ini adalah bahan plastik yang tidak termasuk dalam 6 kategori diatas. Dalam kategori ini termasuk Polycarbonate yang juga berbahaya bagi tubuh.
Tetapi, ada juga bahan yang baik untuk lingkungan karena dapat diurai yang disebut bioplastik yang terbuat dari tepung jagung, kentang, tebu.

Bahan plastik yang aman untuk makanan dan minuman yang aman digunakan adalah yang berkode 2,4,5. Untuk kode no.7 karena tidak diberitahu secara jelas dari bahan apa dibuat, maka harus sangat diperhatikan dan dicari tahu dari bahan apa palstik tersebut dibuat.
Sedangkan untuk kode lainnya kita harus menggunakan sesuai anjuran agar tidak membahayakan bagi kesehatan kita.


Sumber : Kumpulan.info

Khitanan Kakak Hafidz dan Adek Ilal




Kurang lebih dua tahun untuk membujuk kakak hafidz untuk mau berkhitan. Akhirnya saat liburan sekolah ini kakak mau juga dan diikuti oleh adek Ilal. Seminggu sebelum hari H- nya, mereka begitu meyakinkan sepertinya mereka benar – benar sudah siap.

Mulailah aku menghubungi beberapa rumah sakit, untuk dapat berkonsultasi dengan dokter bedahnya. Tiga kali pertemuan barulah Sirkumsisi (circumcision/khitan)
khitanannya dapat dilaksanakan.

Pertama, Konsultasi dengan dokter bedahnya, kakak Hafidz dan adek Ilal ditanya sudah berani belum, sudah siap belum? Kakak Hafidz dengan mantap menjawab sudah siap.
Kedua, Dari rumah anak – anak sudah siap untuk dikhitan tetapi sampai di ruang praktek dokter mereka semua pada ketakutan dan menangis. Gak jadi deh hari itu berkhitan. Akhirnya sesuai dengan saran dokter bedahnya maka, kakak hafidz dan adek Ilal, tetap dapat berkhitan esok hari .
Ketiga, Jam 04.00 dini hari Kakak Hafidz dan adek Ilal mulai puasa karena nanti jam !0.00 akan dilaksanakan khitanannya.

Suasana di ruang persiapan operasi

Mula – mula kakak Hafidz yang dibius oleh dokter anastesinya, setelah kakak tidak sadar dibawa keruang operasi untuk di lakukan khitanannya Lalu adek Ilal yang langsungg dibawa ke ruang operasi jadi proses pembiusannya dilakukkan langsung di kamar operasi. Di ruang operasi adek Ilal cerita diminta untuk tiup balon, kemudian adek di bius. Setelah dilakukan khitanannya adek dibawa keruang pemulihan dalam keadaan belum sadar. Setelah sadar adek panik langsung duduk dan mulai membuka alat –alat yang terpasang dibadannya. Lalu adek menangis minta pulang dan tidak mau tiup balon lagi.

Sekarang Kakak Hafidz dan Adek Ilal sudah sembuh dan dudah bisa bermain lagi.

Rambut Cakep Adek Ilal




Malam Minggu yang lalu, sewaktu aku dan suami lagi ngobrol sambil bercanda dengan adek Aufa. Tiba –tiba dari kamar adek Ilal datang menghampiri.
” Yah, ....... ilal keren gak yah?” , tanya adek Ilal
” Keren dek”, jawab ayah.
” Tapi rambut Ilal gak keren yah”, protes adek Ilal.
” Rambut Ilal keren deh”, jawab membujuk adek Ilal.

Mungkin adek Ilal mau gunting rambut karena yang sudah mulai panjang, pikirku dalam hati.
” Adek Ilal mau gunting rambut?”, Tanyaku
” Gak bu, Ilal mau rambutnya jadi keren tapi, ............. pakek ini yah”, jawab adek Ilal sambil menunjukkan minyak rambut milik ayahnya.

Oh..... rupanya adek ilal terobsesi pada peran Ikal di film ”Laskar Pelangi” yang menggunakan minyak rambut ayahnya supaya kelihatan rambutnya lebih keren.

Wednesday, July 1, 2009

Bintang Kakak Hafidz

Ujian semester sudah selesai, anak – anak merasa bebas mau bermain yang mereka suka. Tetapi kakak hafidz dan adek Ilal masih pinya tugas beberapa mata pelajaran yang harus tetap di ulang, karena mereka mau pindah sekolah. Dari sekolah yang lama lebih banyak muatan agamanya ke sekolah yang reguler biasa. Sebenarnya sich mereka bisa hanya kekhawatiran ibu saja mengingat mereka bukan saja pindah sekolah tetapi pindah kota juga.

Supaya mereka gak bosan dalam belajar, maka strategi pengumpulan bintang tetap digunakan. Bila kakak Hafidz dan adek Ilal dapat mengerjakan soal –soal dengan benar tanpa harus minta tolong diajarin cara mengerjakannya. Maka mereka akan mendapatkan satu bintang.

Bintang – bintang yang berhasil mereka kumpulkan ini nantinya dapat ditukarkan diakhir pekan. Satu bintang ditukar dengan lima ( 5 ) menit bermain game di komputernya, tetapi bintang – bintang yang mereka kumpulkan tidak dapat mereka tukar semua, supaya tetap dapat mengatur lamanya mereka boleh bermain game di komputer setiap minggunya. Buat mereka sich senang banget karena mereka merasa dapat tambahan waktu bermain gamenya. Walaupun tambahan waktu bermainnya hanya 5 – 15 menit.

Tuesday, June 23, 2009

Produk Melamin



Beberapa minggu yang lalu membaca salah satu koran lokal, yang membahas tentang bahaya peralatan makan berbahan melamin. Dipererkenalkan di Indonesia sekitar tahun1970-an, segera memikat konsumen karena ringan dan tak mudah pecah. Namun, penelitian YLKI mengingatkan kita untuk lebih cermat dan bijak. Sebab, ada yang berharga murah tapi terbuat dari bahan yang membahayakan kesehatan.
Bagaimana tidak tergiur pada perlengkapan makan berbahan melamin kalau harganya sangat murah? Produk ini dijual dengan harga Rp 10.000,- untuk 3 – 4 buah Bahkan di sejumlah hypermarket dan pusat grosir ditawarkan kiloan dengan patokan sekitar Rp 25.000,-/kg. Sebaliknya, melamin lokal berupa sendok, gelas, cangkir, piring, pinggan sampai mangkuk besar (bermerek Golden Dragon, Hoover, Onyx, Vanda) kisaran harganya Rp 2.000,- — Rp 40.000,-.

Maka produk melamin murah itu makin mudah dijumpai dalam keseharian. Penjaja bakso, warung makan, sampai usaha kateringan beranggaran rendah mulai mengganti perangkat makan dari beling dan gelas untuk mengurangi resiko rugi karena pecah. Dan produsen biskuit bubur bayi menggunakan perlengkapan makan dari melamin sebagai hadiah, untuk memikat calon pembeli.

Uji produk melamin yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bekerja sama dengan jurusan Kimia FMIPA, Universitas Indonesia terhadap 10 jenis merek (empat lokal, enam impor) menunjukkan, tak semuanya memenuhi food grade. Artinya, ada di antara produk-produk tadi yang mengandung zat berbahaya atau beracun dan bisa berpindah ke makanan akibat proses pengolahan makanan. Misalnya, dipakai untuk menyimpan sayur panas.
Pencetus kanker

Zat berbahaya itu formaldehid namanya. Dalam kadar tinggi bahan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan.Berdasarkan acuan kesehatan di Inggris, paparan maksimumnya 2 ppm atau 2 mg/l. Sedangkan Amerika Serikat (AS) menetapkan paparan maksimum untuk jangka panjang 1 ppm dan jangka pendek 2 ppm.
Penelitian laboratorium selama dua tahun oleh Chemical Industry Institute of Toxicology yang dimulal tahun 1979 menunjukkan, kontak dengan formaldehid menyebabkan kanker hidung pada tikus. Penelitian ini didukung oleh 36 perusahaan kimia di AS. Tahun 1987 Environmental Protection Agency (EPA) AS menggolongkan formaldehid sebagai zat yang mungkin memicu kanker.

Beberapa penelitian juga membuktikan, pekerja yang terpapar formaldehid berisiko terserang kanker lebih besar beberapa kali, apalagi jika berlangsung terus-menerus. AS kemudian secara tegas menyatakan, formaldehid sebagai pencetus kanker bagi manusia. Uap formaldehid memicu radang pada mata (perih), hidung, saluran pernapasan atas, batuk, bronkitis, pneumonia, dan asma.
Dari mana datangnya formaldehid ?

Untuk menjawabnya mari kita tengok ke belakang ketika pada 1907 ahli kimia Belgia, Leo Hendrik Baekeland, menemukan plastik buatan (sintetis) pertama yang disebut bakelite. Inilah cikal bakal melamin yang awalnya digunakan sebagai bahan dasar pesawat telepon generasi pertama.

Kemudian senyawa ini dikembangkan dan diterapkan untuk industri perlengkapan rumah tangga, termasuk perangkat makan.
Pada 1930 - 1940-an, perusahaan-perusahaan di AS macam Cyanamid, Ciba, dan Henkel mengembangkan senyawa ini untuk industri tekstil sebagai bahan pengisi dan perekat. Keunggulannya berupa kejernihan, stabil terhadap panas, cahaya, bahan kimia, goresan, bahkan api !

Faktor inilah yang membuat melamin formaldehid makin luas digunakan pada tahun-tahun awal pasca-Perang Dunia 11. Antara lain digunakan pada industri kayu lapis untuk memperkuat dan mempercantik produk-produknya.

Lokal asli

Jadi, formaldehid sudah ada di melamin. Menurut Bambang Ariwahjoedi, pengajar pada FMIPA ITB, melamin merupakan persenyawaan (polimerisasi) kimia antara monomer formaldehid dan monomer fenol. Bila kedua senyawa bergabung, sifat racun formaldehid akan hilang karena terlebur menjadi satu senyawa, yaitu melamin.

Formaldehid dalam senyawa melamin dapat muncul kembali karena depolimerisasi. Akibat proses ini, formaldehid terlepas menjadi monomer yang bersifat racun. Pemicunya bisa berupa paparan panas, sinar ultraviolet, gesekan, dan tergerusnya permukaan melamin hingga partikel formaldehid terlepas.

Meski tahan di rentang suhu 120 derajat celcius sampai 30C di bawah nol, tapi karena menyerap panas, melamin tak tahan dipapar panas terlalu tinggi. Apalagi terpapar dalam jangka waktu lama. Oleh sebab itu melamin tak bisa digunakan dalam microwave.
Persoalan lain, dalam persenyawaan yang kurang sempurna dapat terjadi residu. Sisa formaldehid dan fenol yang tak bersenyawa itu akan terjebak dalam materi melamin. Formaldehid yang terjebak inilah yang bisa mengancam kesehatan bila masuk ke tubuh manusia.

Dari uji produk melamin, melamin lokal dan impor dari Cina mempunyai senyawa berbeda. Melamin lokal terbuat dari melamin asli, sementara yang impor terbuat dari bahan bukan melamin, salah satunya urea formaldehid. Kedua senyawa ini dibentuk oleh reaksi polimerisasi yang menghasilkan fenol.

Senyawa melamin dan urea berasal dan hasil reaksi formaldehid dengan senyawa amino yang mengandung kelompok senyawa NH2. Susunan kimianya sangat berbeda. Melamin punya struktur rantai lingkaran sehingga lebih stabil. Ikatan kimia urea formaldehid berupa rantai lurus, makanya pelepasan formaldehid lebih mudah. Urea formaldehid hanya tahan sampai suhu 62 derajat celcius hingga lebih mudah pecah atau berubah bentuk pada perlakuan suhu ekstrem. Urea yang dipanaskan akan menghasilkan formaldehid yang kadar pencemarnya tergantung pada seberapa kuat ikatan bahannya serta tingkat proses yang dijalankan produsen.

Untuk menguji kadar formaldehid pada beberapa produk berbahan melamin, YLKI melakukan dengan beberapa cara.

Pertama, uji bakar sederhana. Bakarlah ujung melamin dengan lilin selama 20 detik. Jika tercium gas formaldehid yang menyengat, berarti tidak memenuhi food grade. Pada melamin asli hanya tampak gosong tanpa bau formaldehid.

Kedua, uji rebus selama 30 menit sampai satu jam. Melamin palsu (dalam hal ini impor dari Cina) akan berubah bentuk, meliuk, bahkan rapuh dan mencair. Uap rebusannya pun menyebabkan mata perih, batuk, dan mual.

Walau sekilas sama, secara fisik kita bisa membedakan melamin asli dan palsu. Melamin asli lebih tebal dan berat dibandingkan dengan melamin palsu yang lebih terkesan sebagai plastik. Bila sesama melamin asli dibenturkan, bunyi yang terdengar akan lebih “tebal” dibandingkan dengan pembenturan antarmelamin palsu. Permukaan melamin asli lebih licin dan berkilau, sedangkan yang palsu mudah ternoda oleh pangan berwarna (misalnya, teh atau kopi) hingga warnanya lebih gelap. Walau lama-kelamaan akan kusam juga, melamin asli lebih stabil ketimbang yang palsu.

Agar perlengkapan melamin awet, cucilah segera setelah dipakai. Tak masalah apakah menggunakan pembersih sabun cair atau sabun colek. Yang penting, jangan digosok kasar. Gunakan spons halus dan hindari penggunaan sabut kelapa, abu gosok, apalagi bahan penggosok dari logam yang mulai ditawarkan di pasaran.

Kapan sebaiknya peralatan makanan dari melamin ini diafkir ?


Perhatikan permukaannya. Bila mulai banyak ternoda, berubah warna karena pengaruh atau minuman makanan macam teh, kopi, makanan asam yang lebih mudah terserap, juga bila mulai kusam dan tergores-gores, sebaiknya pensiunkan saja.
Selain mempertimbangkan keamanan bagi kesehatan, tentu tak elok lagi dipandang.
sumber: depkes.go.id

Mewarnai Gambar Ayuk Icha

Besok hari terakhir ujian semester genap, yaitu pelajaran menggambar. Anak – anak diminta ayukicha untuk mewarnai gambar yang telah dibuat ayuk Icha.

Inilah hasil mewarnai mereka :


Hasil mewarnai ayuk Ifa














Hasil mewarnai Kakak Hafidz















Hasil mewarnai Adek Ilal














Hasil mewarnai ayuk Icha

Curhat Ayuk Icha

Seminggu yang lalu, keponakanku yang cantik mendekatiku dan mulai bercerita tentang kejadian malam kemarin. Ayuk Icha masih sedih karena dimarahi mamanya saat belajar matematika karena besoknya akan ujian matematika. Malam itu memang mamanya terlihat agak emosi dengan ayuk Icha yang gak fokus jadi salah melulu. “Bu, lihat deh lengan Icha pada biru, bekas cubitan mama”, ceritanya padaku sambil memperlihatkan lengannya yang banyak bilur –bilur biru bekas cubitan mamanya.

“Maafin mama yah yuk!”, Bujukku sebenarnya mama ayuk sayang sama Icha, kepingin Icha bisa mungkin mama sedang capek jadi gak sabaran.

Membantu anak belajar di rumah memang terkadang membuat kita gak sabaran biasanya karena kita banyak menuntut lebih atau juga karena banyak berharap dia bisa melakukannya. Jadi kita memandang anak kita dapat mengerjakan soalnya sama seperti kita, sesungguhnya tidak demikian. Sebenarnya anak –anak dalam belajar berdasarkan mood mereka. Kalau mereka lagi tidak ingin belajar memang susah untuk membuat mereka fokus dengan materi yang kita ajarkan. Permasalahannya bagaimana kita membuat suasana belajar menyenangkan untuk mereka.

Sunday, June 7, 2009

Belajar Sepeda

Seminggu ini adek Ilal belajar naik sepeda. Ilal memang bersemangat untuk bisa bersepeda, tetapi caranya mau – maunya sendiri. Adek Ilal bersepeda dengan duduk disadel tetapi dua kakinya dijejak dilantai sambil berjalan menarik sepedanya.

Aku bingung tetapi lucu melihat tingkah adek Ilal. ”Dek, belajar sepedanya satu kaki dilantai, tetapi yang satu lagi adek untuk mengayun pedalnya, nanti Ilal juga bisa” saranku.

Akhirnya setelah tiga hari adek Ilal belajar sepeda mulai bisa bersepeda walaupun masih sering jatuh. Sekarang adek Ilal sudah bisa bermain sepeda disekitar rumah.

Thursday, June 4, 2009

Jelang Ujian

Ujian semester genap sebentar lagi, tinggal dalam hitungan minggu. Kakak Hafidz dan Adek Ilal sudah mulai rutin mengerjakan soal – soal yang diberikan ibu untuk persiapan mengikuti ujian semester kenaikan kelas.

Jadwal latihan mengerjakan soal – soal dari seluruh mata pelajaran sudah ibu buatkan, untuk 12 mata pelajaran dibagi menjadi 2 mata pelajran setiap harinya. Latihan soal – soal sudah dimulai sejak bulan lalu. InsyaAllah Kakak Hafidz dan Adek Ilal sudah siap menghadapi ujian nya.

Tanggal 8 Juni nanti ujian semesteran genap dimulai. Usaha sudah dijalankan, jangan lupa berdo’a ya........... sebelum ujian.