Pages

Saturday, January 16, 2010

Menjemput Impian



Tiga bulan terakhir ini aku memulai usaha lagi yang dulu sempat aku tinggalkan. Harus terus memupuk semangat dan terus memeliharanya, supaya gak turun sewaktu mulai banyak kendala disana - sini.

Mulanya bisnis ini hanya sambilan jadi tidak begitu difokuskan untuk mengembangkan kearah mana nantinya. Dimulai dari menitipkan pakaian dewasa, anak - anak, baju tidur, seprei, dompet hingga tas ke adikku untuk dijualnya.

Dengan konsumen membayar secara mencicil, terasa capek menunggunya mulai dari gak tepat janji sampai ada juga yang lari. Dimana perputaran uangnya yang lama akhirnya aku dan suamiku putuskan untuk menjualnya secara retail.

Berburu peralatan untuk set up awal usaha kami, dari memesan rak, meja etalase sampai hanger dan manekin. Wah.... kebayang capeknya muter - muter di Pasar Tanah Abang, Gak tega deh liatin Ayah sambil gendong adek Aufa yang selalu tidur setelah sampe disana.

Kalau sudah begini, buatku yah harus sabar, dan terus berusaha dan terus belajar agar usaha kami ini bisa lancar. Ku mulai dengan Bismillah dan niat yang baik untuk dapat berbagi dengan orang - orang yang membantu usaha kami. Dan terus berusaha adil dengan mereka, Amien.


rumah aufa blog

Saturday, October 24, 2009

Ulang Tahun Adek Ilal




Lilypie Kids Birthday tickers


Tujuh tahun sudah usia Adek Ilal sekarang, Met Ulang Tahun adek Ilal. Ibu dan ayah do'ain adek jadi anak sholeh, tetep jadi anak ibu yang manis. Bisa duduk tenang di kelas, gak jalan - jalan lagi yah, dan bertamu di kelas sebelah.

Hore..... Lebaran




Lebaran yang ditunggu datang juga. Sejak subuh mereka sudah rapi, untuk nantinya mau sholat Ied bareng keluarga besar. Ada nenek, datuk, Om Iwan dan juga sepupu - sepupunya.

Pagi Lebaran kakak Hafidz bertanya kepadaku "Ibu, hari ini khan lebaran jadi gak ada sahur lagi yah?". Aku tersenyum , "Iya lah Kak, hari ini gak boleh puasa. Gimana seneng gak puasanya tamat dengan kalah tiga hari karena sakit.

Lebaran buat adek Ilal adalah baju baru, makanan banyak, aneka kue dan harus ada ketupat karena kalo gak ada ketupat gak lebaran. Memang lah buat anak - anak lebaran layaknya sebuah pesta untuk memaknai lebaran yang sesungguhnya masih terlalu muda.

Lebaran hanya bagi yang puasa kata kakak Hafidz, kalo gak puasa gak boleh lebaran. Kacian deh adek Aufa.

Mudik ke Palembang



Pertengahan September pulang ke Palembang untuk berlebaran di kampung halaman. Wah.... Kakak Hafidz dan Adek Ilal sibuk menyiapkan barang -barang mereka untuk dibawa. Berbeda dengan tiga tahun yang lalu, Setiap mau mudik Ibu begitu sibuk dengan semua perlengkapan yang mau dibawa, supaya tidak ketinggalan yang mau dibawa dicatat.

Sekarang anak - anak sudah mulai besar, udah bisa nolongin Ibu. Dan yang lebih meringankan kerjaan Ibu mereka sudah bisa menentukan mana barang - barang mereka yang mau dibawa. Kakak yang lagi semangat belajarnya gak lupa bawa buku kumpulan soal - soal, biar tetap bisa belajar di Pelembang katanya.

Adek Ilal menyiapkan makanan dan minuman yang akan dibawa buat camilan selama diperjalanan. "Jangan lupa yah, Bu?" Ingatnya padaku.
Dan untuk Adek aufa tentunya susu sama botol dotnya, kalau sampe lupa bisa beli botol dot baru.

Saturday, October 17, 2009

Liburan Menjelang Lebaran




Anak –anak mulai libur 14 September, artinya kakak Hafidz dan adek Ilal bisa puasa tanpa harus keluar rumah. Mereka begitu menikmati libur ini karena perolehan bintang –bintang yang dikumpulkan selama ini, bisa ditukar untuk tambahan waktu main gamesnya.

Dan yang lebih menggembirakan buat mereka adalah pulang kampung ke Palembang. Sudah banyak rencana yang akan dilakukan bersama sepupunya di Palembang.

Pesantren Kilat Kakak Hafidz




Ini cerita sewaktu Ramadhan kemarin, Tiga hari berturut –turut pesantrean kilat diadakan disekolah Kakak, khusus untuk murid kelas 4 , 5, dan 6. Pada hari biasa pulang sekolah lebih cepat karena Ramadhan, tetapi kali ini karena adanya pesantren kilat, Kakak pulang setelah sholat Zuhur bersama. Hari terakhir dari pesantren kilat diadakan buka bersama dan sholat maghrib bersama.

Sebelum berengkat ke sekolah aku sudah berpesan sama Kakak, “ Kak, nanti setelah acara buka bersama selesai kakak telepon , yah!” , jelasku sama Kakak. Aku khawatir karena acara selesai malam dan kakak memang tidak terbiasa untuk keluar malam – malam. Telepon berdering rupanya kakak yang telepon bahwa acara bukanya udah selesai.

Tetapi malam itu, ayahnya tidak ada dirumah. “ Kak, Kakak tunggu yah nanti ibu aja yang jemput, ayah belum pulang “, pintaku sama kakak.
“Udah Ibu, kakak pulang aja sendiri, kakak berani”, jawab kakak


Kurang lebih 10 menit kakak sudah sampaidirumah, sementara aku baru mau bersiap untuk pergi menjemputnya. Alhamdulillah rupanya sulungku sudah bertambah besar dan berani.

Thursday, September 10, 2009

Hari Yang Berat Untuk Adek Ilal



Bangun sahur pertama, adek Ilal dan kakak Hafidz begitu semangat sepertinya niat banget mau puasa. Pagi hari adek masih kelihatan seger dan tetap beraktivitas, karena masih dalam suasana libur menyambut Ramadhan jadi adek Ilal gak sekolah. Praktis sepagian bermain saja.

Menjelang siang hari, adek Ilal mulai bertanya “Berapa jam lagi bukanya Bu?” Aku tersenyum, “Bobo’ siang aja dulu ya , dek!” jawabku sambil menghiburnya. Ilal menurut tetapi tidak bias tidur dan hanya bolak - balik saja ditempat tidur.

Bertambah sore rupanya Adek Ilal sudah benar – benar gak tahan , “ Bu, adek haus bener, minum sedikit yah nanti dilanjutkan lagi puasanya,” rengek adek Ilal. Akhirnya sore itu adek Ilal diajak jalan – jalan dulu sam Ayah, sampai dekat waktu buka mereka baru pulang ke rumah.

Hal ini, dua hari pertama dilakukan, tetapi setelahnya adek udah terbiasa, sampai berakhirnya Ramadhan adek Ilal hanya kalah tiga hari itupun karena sakit.

Friday, August 21, 2009

Marhaban Ya Ramadhan



Besok puasa, setiap datang ramadhan, selalu disambut dengan gembira, begitu juga buat Kakak Hafidz dan Adek Ilal. Bulan yang penuh Rahmah, berkah dan Ampunan. Ramadhan ini buat Kakak Hafidz adalah tahun keempat melaksanakan puasa, dan adek Ilal tahun kedua menjalankan puasa. Insya Allah anak - anak tetep kuat dan gembira melaksanakan puasa tahun ini. Suasananya berbeda kalo tahun kemarin puasanya rame -rame sama sepupunya.

Tahun ini anak - anak berpuasa di Jakarta sama ayah, Suasana yang lain adalah di sekolah yang lama selama bulan puasa anak - anak di liburkan tetapi di sekolah yang baru anak -anak tetap bersekolah dan beraktifitas. Yang kuat dan semangat yach Kak!

Buat Adek Ilal, Insya Allah puasanya Tahun ini bisa lebih lancar, maklum Adek Ilal selalu tergiur bila melihat makanan yang banyak. Jangan puasa bedug lagi yach dek, setiap bunyi bedug Adek Ilal buka dech puasanya.

Monday, August 17, 2009

17 Agustus Untuk Nenek



Setiap tanggal 17 Agustus selalu meriah apalagi buat anak - anak yang ikut lomba menyambut hari kemerdekaan. Ada lomba yang diadakan di sekolah Adek Ilal pada hari sabtu dan untuk kelas Kakak Hafidz nanti pada hari Selasa, sehari setelah 17-an.

Adek Ilal mengikuti lomba makan kerupuk dan masukin paku ke dalam botol. Adek Ilal cerita lomba makan kerupuknya susah karena kerupuk digantung di tali jadi susah makannya. Untuk lomba masukin paku ke botol Adek Ilal bisa menang, begitu senang Ilal pulang berdua sama Kakak Hafidz dengan membawa hadiahnya.

Hal lain yang selalu kuingat setiap tanggal 17 Agustus adalah Ultah Ibuku. Dan rupanya ada benarnya apa yang sering dikatakan orang -orang, kita kan lebih sayang pada ibu kita setelah kita punya anak. Terima Kasih buat ibuku yang selalu menyayangiku dan mendo'akan yang terbaik untukku serta buat segala perjuangannya untuk kehidupanku.

Selamat Ulang Tahun Nenek dari cucumu disini Kakak Hafidz, Adek Ilal dan Adek Aufa yang selalu sayang sama Nenek . Semoga Nenek panjang umur dan selalu sehat.

Upacara Bendera Pertama Adek Ilal



Di sekolah yang baru ini setiap Senin ada upacara bendera, Ini merupakan kali pertama untuk adek Ilal mengikuti upacara. Karena di sekolah yang lama yang mengikuti upacara hanya untuk murid kelas 4 samapai kelas 6.

Berdiri yang cukup lama membuat Adek Ilal bosan, jadi deh Adek Ilal jalan - jalan karena si adek anaknya gak bisa diam. Yang ujung -ujungnya adek berdiri di barisan guru -guru yang juga mengikuti upacara.

Di rumah adek Ilal cerita kepadaku " Bu, tadi Adek Ilal upacaranya berdiri di depan sama dengan ibu guru" ceritanya dengan senang. "Hm...... emang kenapa Adek berdirinya gak dibarisan kelas adek?" selidikku. Akhirnya aku mengerti kenapa Adek upacaranya dibarisan bersama guru - gurunya, karena Adek selalu jalan - jalan selama upacara.

Sekarang setiap Senin adek tidak ikut upacara tapi duduk di dalam kelas bersama satu orang guru yang menemaninya. Rerima Kasih buat Guru - guru yang ada di sekolah Adek Ilal buat kesabarannya dalam menghadapi adek Ilal yang selalu aktif.