Pages

Thursday, February 9, 2012

Warna Pink Tua

Pulang sekolah dengan riang adek Ilal bercerita apa yang dialaminya disekolah. Celotehnya banyak tentang teman-temanya yang usil, juga berbagai karakter gurunya, ada yang sabar dan ada juga guru yang suka marah. Hari ini celotenya tentang sampul bukunya yang aku sampul tadi malam. Pesen si Adek samaku maunya sampul bukunya warna merah muda. Karena emang udah malem yang ada hanya warna merah. Aku sampulah buku itu dengan warna merah. Aku bilang sama si Adek, " Dek, bukunya disampul sama warna merah dulu,ya" Bujukku sama si adek. " Iya, Ibu nanti Ilal ngomong sama Ibu guru",Jawab adek Ilal. 

Akhirnya masalah emang bermula dari sampul buku ini. Teman-teman si adek protes dengan warna sampul buku, yang warna tidak sama. "Ini warna pink tua, Bu", Jawab Ilal. begitu ceritanya padaku. " Gimana ibu gurunya dek', tanyaku. " Ibu gurunya ketawa aja, Iya emang pink tua ", Kata ibu gurunya.

Wednesday, February 8, 2012

14 Tahun Bersamamu

14 Tahun Bersamamu



Daisypath Anniversary tickers






Bukan waktu yang pendek, untuk menjalani suatu hubungan. 14 tahun yang lalu janji itu dimulai. InsyaAllah semua karena Allah. Begitu banyak yang dilalui beraneka warna dan rasa. Itulah perjalanan hidup kita. Sekarang kita tak usah menengok kebelakang, walaupun jejak itu begitu panjang dan tidak akan bisa dihapus. Banyak, sungguh.banyak kenangan indah kita lalui. Apa yang pahit tentu menjadi pelajaran dan menguatkan satu sama lain.
 
Ada kewajiban yang harus ditunaikan sampai nanti, membesarkan buah hati, yang merupakan asset kita di dunia dan di akhirat. Tentu menjadi keberkahan dan .kebanggaan buat kita mempunyai anak yang sholeh, berakhlak mulia dan berguna buat semua orang.  Amien.  Ini puisi mu buat keinginan kita yang masih kita usahakan. InsyaAllah semua cepat terwujud.


Aku Bermimpi

Aku bermimpi
Pergi ke tempat jauh
Tempat yang selalu ingin kusinggahi,
Bersamamu

Tiba kita pada tujuan
Tempat terkabulnya banyak harapan
Tempat ingin disertai tangis
Tempat merapuh dalam bahagia

Ingin terkabul walau sesaat
Walau itu cuma di mimpi
Jangan bangunkan walau sesaat
Biarku lelap dengan mimpiku


Jakarta 26 November 2011
http://puisipop.wordpress.com

Aufa....Aufa....Aufa......

Aufa....Aufa....Aufa......
Bungsuku ini selalu ceria, gak pernah sedih. tetapi selalu merasa dominan diantara dua saudaranya. Hampir Lima tahun usianya, tapi sekarang lebih mandiri dibandingdengan kakak-kakaknya sewaktu seumurnya sekarang. Semua maunya dikerjakan sendiri, mandi, berpakaian dan makan. 
Pulang sekolah selalu bersamaku.... Dia tidak mau ditolong walaupun itu buat membawakan tasnya. Dia bertanggung jawab dengan milik pribadinya.

Alhamdulillah.... Semangat ya dek sekolahnya karena pertengahan tahun ini adek udah masuk SD yah...
Dek ada puisi buat adek dari ayah.


Lahirnya sang Naga

Selamat malam Naga kecilku
Yang dalam marahnya selalu ada cerita
Yang nakalnya kadang tak bisa dicegah
Yang mendapat cinta, karena fitrahnya
Kadang kesal hinggap juga

Saat ingat dengusmu, kami pun terlupa
Kesal itu jadi cerita, terganti gelak
Pada tingkahmu
Naga kecilku, yang tak punya takut

Pada harimau pun kau bercanda
Dan elang pun menghindarimu
Karena di engkau, ada mereka
Saat lelah ku ingat engkau

Yang hanya takut dengan tatapan
Yang hanya menangis dengan bujukan
Dan di engkau mengalir aku
Bila kelak engkau dewasa

Cerita kecilmu, bekal bijakmu
Dan doa yang kami panjatkan
Agar kelak kau menjadi
Untuk Naga kecilku


Palembang, 1 November 2011.
SMB II

http://puisipop.wordpress.com



                







Friday, October 21, 2011

Met Ulang Tahun Kak Ilal











Tambah umur InsyaAllah anak Ibu tambah sholeh tambah pinter dan jadi kebanggaan Ayah dan Ibu. " Ulang tahun ini sepi yah bu, kapan Ayah pulang?", rengek adek Ilal kepadaku. "Nanti ya sayang, kalo Ayah selesaiin kerjaan Ayah nanti Ayah juga pulang", hiburku 


Ulang tahun Adek Ilal kali ini, aku memberikan buku yang selama ini dia inginkan. Begitu senangnya Adek mendapatkan hadiahnya tersebut. "Makasih ya Bu, Ilal seneng banget', kata Adek Ilal kepada ku. ini ada hadiah puisi dari ayah untuk Adek Ilal.

Lahirnya sang Elang 


Anakku, elang sang ayah
Akan ku kisahkan mimpi kami
Ketika kami minta kau hadir
Pada penciptamu

Kau lahir mendobrak langit
Dengan gagah menangis
Di tanah dimana tak ada saudaramu lahir di sana
Dengan air mata suka cita kami doakan engkau

Elang penjaga bunda
Pertama kali kau bicara
Saat saat yang kami tunggu lama
Karena kami tahu dalam diammupun kau belajar

Elang gagah ayah
Yang mengepakan sayap dengan ceria
Yang menatap dunia dengan suka
Dan dengan haus ilmumu yang tak sudah

Elang terpandai yang ada
Selalu belajar cepat hanya dengan menatap
Kuminta ke penciptamu
Berkahi kamu dengan ilmu yang melebihi kemauanmu.
 
Elang anakku
Kusayang kamu sebagai anak
Sebagai hati kami yang lain
Yang kudoakan sampai kami tak ada

http://puisipop.wordpress.com


Tuesday, August 2, 2011

Sekolah Bersama Ibu



Setelah bagi raport semester kemarin adek Ilal maunya belajar dirumah bersamaku, “Ilal Homeschooling aja ya bu, belajar sama Ibu?” rengeknya padaku. Adek merasa jenuh dengan cara belajar disekolah yang selalu menulis katanya. Adek memang kurang suka menulis, jika ulangan pun dia lebih suka lisan. Gak repot katanya

Tibalah hari pertama masuk sekolah, Adek Ilal pun memulai HS nya dirumah bersamaku. Tiga hari pertama masih terus bersemangat belajarnya. Tetapi dihari keempat dan kelima dia mulai bosan. “Bu adek sekolah lagi yah?” pintanya padaku. Rupanya adek bosan dirumah. Sengaja kuikuti maunya Ilal, supaya belajar disekolah adalah permintaannya, jadi akupun dapat memintanya untuk mau menulis di sekolah.

Alhamdulillah Ilal berkomitmen dengan pilihannya sudah dua minggu bersekolah ini, dia mau mengerjakan tugas yang diberikan gurunya.
Sekarang menyambut Ramadhan Ilal mengikuti pesantren kilat disekolah. Sementara di sekolahnya selalu libur selama Ramadhan. Setelah hari yang fitri bersekolah seperti biasa lagi. Dan adek tetap bersemangat untuk belajar.

Adek Aufa Sekolah



Tak terasa rupanya bungsuku telah mulai sekolah. Ada kekhawatiranku, karena bungsuku sedikit egois karena kakak-kakaknya mengalah dengannya.
Hari pertama sekolahnya, setelah bangun tidur, mandi dan telah rapi berpakaian seragam barunya. Kuantar adek Aufa kesekolahnya. Sampai dikelasnya aku katakan padanya “Dek… Ibu tunggu di luar ya?” Aufa hanya mengiyakan.
Aku bergegas keluar. Alhamdulillah dia mandiri dengan umurnya 4 tahun. Dia langsung bisa
bermain dengan teman-teman barunya.
Keesokan harinya adek bangun pagi tanpa harus aku bangunkan. “Ibu Aufa mau sekolah” katanya. Sambil mendekatiku minta disiapkan bekal buat sekolahnya. Dia menikmati sekali sekolahnya, dan selalu bersemangat. Hanya saja setiap senam dia belum mau mengikuti. Nanti juga mau ya nak. Alhamdulillah adek mandiri jadi adek hanya diantar kesekolah dan dijemput pulangnya,

Saturday, May 7, 2011

Selamat Ulang Tahun Aufa






Lilypie Fifth Birthday tickers





Selamat ulang tahun yang keempat buat bungsuku, Insya Alilah jadi anak yang Sholeh, di banggakan orang tua. Tidak mudah tantrum lagi. Dua bulan lagi masuk TK ya dek. Adek semangat diajak masuk sekolah karena dibanyangannya banyak kue yang dibawa kesekolah.

Wednesday, May 4, 2011

Selalu Adek Ilal



Kurang lebih sebulan yang lalu, aku ke sekolah Adek Ilal , seperti biasa aku harus terus memantau anakku yang satu ini. Dimulai dari menanyakan perkembangan Adek Ilal di Sekolah sampai keluhan ibu guru menyatakan adek mulai malas menulis lagi.

Alhamdulillah semua cerita dari ibu guru, adalah masukan buatku. Anakku dengan energy yang berlebih yang selalu aktif bergerak, selalu tidak menyenangi yang monoton.
Aku harus selalu menemaninya dalam belajar karena adek lebih senang dengan pertanyaan lisan dan memang dia bias menjawabya, dibandingakan dia harus menuangkan jawabannya di kertas bukunya.

Disekolah anakku aku tentu bertemu orang tua murid yang lain, banyak celoteh mereka tentang anakku, mendengar saran dari orang yang bukan ahlinya memang harus diabaikan, tanpa harus menyinggung perasaannya, buatku mungkin suatu ungkapan empati denganku. Tetapi disisi yang lain, ada seorang ibu yang berkomentar lain tentang anakku

Ah…….. bagiku apapun itu pendapat mereka, terserah mereka. Yang terpenting buatku bagaimana caranya agar adek Ilal tidak merasa dipaksa untuk menulis di sekolah.
Adek senang belajar, selalu mau tahu dalam segala hal. Tugasku mencari cara bagaimana dia dapat menikmati sekolah, aku juga tidak ingin bersekolah baginya suatu hukuman.

Suasana Baru



Lingkungan baru membuat kita memang harus, beradaptasi dengan segala yang berhubungan dengan kita. Masuk di lingkungan kerja, yang selama ini tidak begitu aku inginkan setidaknya banyak hal yang sering bertentangan dengan keyakinan dan hati nurani.

Karena terbiasa dengan ketidakterikatan, lebih fleksibel mengatur waktu dan juga apa yang diinginkan maka rutunitas sekarang yang harus dijalani terkadang membosankan.

Tetapi setiap pilihan pasti ada konsekuensinya, maka aku harus menguatkan diri bahwa yang kujalani sekarang ini seperti proyek masa depan, berbagi ilmu yang memang sedikit, InsyaAllah bermanfaat, dan juga disini aku harus dapat memperoleh ilmu.